Virus: Adalah, Sejarah, Ciri, Struktur, dan Perkembangbiakannya

Setiap manusia tentu pernah mengalami sakit. Beberapa penyakit seperti herpes dikarenakan oleh infeksi dan terserangnya sistem imun tubuh manusia oleh virus. Ketika kamu terserang demam dan flu, tubuh kamu sedang di invasi oleh virus yang bernama Influenza.

Ketika kamu kecil, kamu pernah diberikan imunisasi salah satunya berupa vaksin campak agar kamu tidak terserang sakit campak dan virus berbahaya lainnya.

Saat ini muncul isu penyebaran virus cacar monyet di Indonesia. Virus tidak hanya menyerang manusia, tetapi semua makhluk hidup termasuk hewan dan tumbuhan.

Contohnya virus TMV yang menyerang tembakau sehingga menyebabkan daun memiliki bercak kuning. Virus selalu merugikan makhluk hidup lain yang sudah terinfeksi. Ilmu biologi merupakan ilmu yang juga mempelajari tentang seluk beluk virus.

Pengertian Virus

virus adalah
Source: sciencemag.org

Virus adalah makhluk hidup yang tergolong mikrobacteria. Virus sangat sulit terlihat oleh mata telanjang manusia karena merupakan makhluk hidup terkecil di dunia.

Pelajaran tentang virus sangat menarik untuk dikaji, sebab makhluk hidup yang satu ini tergolong unik karena ukurannya yang sangat kecil dan tidak kasat mata namun efek yang disebabkan sangatlah besar, bahkan lebih lanjut menyebabkan kematian.

Pengertian virus dalam biologi sendiri merupakan mikroorganisme yang tergolong parasit mikroskopik yang dimana virus dapat menginfeksi sel organisme biologis lainnya.

Virus sangat tergantung terhadap organisme biologis lainnya untuk perkembangbiakannya karena virus sendiri tidak memiliki seluler lengkap untuk be-reproduksi. Oleh karena itu virus menjadi parasit dengan memanfaatkan sel makhluk hidup lainnya.

Jenis virus sangatlah banyak dan bentuknya sangat beragam ada yang berbentuk spiral, berbentuk huruf T yang dikenal dengan virus T, oval, dan lainnya.

Virus sendiri seringkali disamakan dengan bakteri.

Tentu kedua jenis makhluk hidup ini berbeda, perbedaan virus dan bakteri terletak pada kemampuan bertahan hidupnya. Bakteri mampu bertahan hidup tanpa makhluk hidup lain, sedangkan virus tidak.

Pengertian virus dan bakteri juga tentu berbeda, jika virus merupakan parasit yang memiliki sifat makhluk hidup dan tidak dapat hidup tanpa bergantung pada makhluk hidup lainnya.

Sedangkan bakteri merupakan mikroba jasad renik yang tidak memiliki inti sel namun dapat hidup tanpa menjadi parasit. Bakteri juga tidak semua merugikan, karena ada beberapa jenis bakteri yang menguntungkan terutama bagi manusia.

Sejarah Penemuan Virus

sejarah penemuan virus influenza
Source: youtube.com

1. 1400 SM

Penemuan dalam huruf hieroglif di Memphis, Mesir menunjukkan laporan adanya infeksi virus yang telah ada sejak zaman sebelum masehi. Dalam tulisan hieroglif tersebut terdapat penyakit yang bernama poliomyelitis yang disebabkan oleh virus.

Menurut ilmuwan yang meneliti tubuh Firaun Ramses V, penyebab meninggalnya Ramses V pada tahun 1196 SM juga dikarenakan terinfeksi virus.

2. 000 SM

Masyarakat Tiongkok atau Cina pernah terserang virus endemik bernama smallpox. Virus ini merupakan virus yang terdapat pada tubuh sapi.

Penemuan virus pox pada sapi dikarenakan beberapa pemerah sapi tidak terinfeksi virus ini sehingga teorinya adalah untuk melawan virus maka menggunakan virus itu sendiri. Inilah yang dijadikan pelopor ditemukannya vaksin oleh manusia.

3. Abad 18

Ditemukannya teori virus oleh Loius Pasteur dan Robert Koch, yang mana argumen tersebut menunjukkan bahwa virus selalu ada di setiap penyakit.

Orang yang terinfeksi virus juga harus di isolasi agar virus tersebut tidak berkembang biak. Sampai saat ini, teori Robert Koch sangat terkenal dan menjadi panduan para ilmuwan dalam mengamati dan meneliti virus pada era modern saat ini.

Tahun 1883, Adolf Mayer yang merupakan ilmuwan berkebangsaan Jerman mulai meneliti virus yang menyebabkan daun tembakau memiliki bercak kuning.

Mayer menemukan bahwa penyakit daun bercak berwarna kuning pada tembakau dapat menular ke tanaman lain ketika ia menyemprotkan cairan yang berasal dari getah tanaman yang sudah terinfeksi virus tersebut.

4. Abad 19

Tepatnya pada tahun 1911, Peyton Rous melakukan penelitian dan eksperimen terhadap seekor ayam sehat yang di induksi dengan sel tumor dari ayam yang sudah terserang penyakit.

Ayam sehat itu kemudian terkena penyakit kanker yang sama dengan ayam yang sakit. Dari eksperimen tersebut, Rous menyimpulkan bahwa kanker disebabkan oleh sel virus yang menginfeksi ayam sehat.

Tahun 1933, Dr Richar E Shope menemukan virus Shope papilloma yang merupakan virus pertama model kanker yang menyerang manusia. Dr Richar melakukan eksperimen pada kelinci yang sehat dan menyuntikkan filtrat tumor hewan yang sudah terinfeksi virus kanker pada kelinci sehat tersebut. Hasilnya ternyata kelinci sehat tersebut juga mengidap tumor seperti kelinci yang sakit.

Tahun 1935, Wendell Stanley berhasil mengkristalkan virus. Virus pertama yang di kristalkan adalah Tobacco Mozaic Virus (TMV). Pengkristalan ini dilakukan untuk membuat perkembangbiakan dan aktivitas virus terhenti. Akan tetapi Stanley juga menemukan fakta bahwa kristalisasi tetap membuat virus aktif dan tidak mampu membuat virus mati total.

Tahun 1952, Alfred Hershey dan Martha Chase menemukan bakteriofag. Bakteriofag adalah virus yang memiliki inang pada bakteri yang artinya virus tersebut dapat hanya dapat bereplikasi di dalam sel bakteri tersebut. Ini membuktikan bahwa virus merupakan organisme yang lebih kecil dari bakteri dan bakteri dapat menjadi inang bagi virus.

Ciri-Ciri Virus

ciri ciri virus yang menyebabkan penyakit
Source: thevaccinereaction.com

Virus di kategorikan sebagai mikroba yang berbeda dengan organisme lain dikarenakan virus merupakan makhluk hidup satu sistem yang paling sederhana dari seluruh sistem genetika.

Oleh kerenanya virus memiliki ciri dan struktur yang sangat berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Para ilmuwan telah mengidentifikasi beberapa Ciri-ciri virus dalam biologi untuk memudahkan dalam mempelajarinya.

Ciri-Ciri virus adalah sebagai berikut :

  1. Merupakan parasit intraselluler obligat, artinya hanya dapat hidup dan berkembangbiak pada sel makhluk hidup lainnya.
  2. Virus merupakan mikroorganisme dengan ukuran paling kecil di dunia. Ukuran virus di dunia paling kecil adalah 20 nm ( 1 nm = 0,000000001 cm) dengan jumlah gen sebanyak 4 gen. Artinya virus merupakan organisme yang sangat sulit diamati.
  3. Pemberian nama virus tergantung dari materi atau partikel genetik yang tersusun dari asam nukleat. Sehingga terdapat ada virus DNA dan NRA.
  4. Virus tidak memilikiribosom, perangkat sel, ataupun enzim metabolisme. Akan tetapi memiliki enzim untuk proses replikasi dan transkripsi yang dilakukan dengan mengkombinasikan enzim sel inang.
  5. Setiap virus dapat menginfeksi beberapa jenis inang yang mana inang yang dapat di infeksi disebut kisaran inang. Beberapa tipe virus memiliki kisaran inang yang cukup luas serta dapat menjadi parasit pada beberapa spesies. Contohnya virus flu burung yang berasal dari unggas juga dapat menginfeksi manusia dan hewan lainnya. Virus rabies dapat menginfeksi mamalia termasuk monyet, anjing dan lainnya.
  6. Karena virus dapat di kristalkan, maka Virus bukanlah sel hidup, sebab sel tidak dapat bergenerasi menjadi Kristal. Virus hanya berisi partikel yang terdiri dari asam nukleat dengan lapisan pelindung. Akan tetapi, virus memiliki DNA dan RNA sehingga virus dikategroikan sebagai organisme mikrobakteria.
  7. Genom pada virus lebih beragam (DNA untai ganda, RNA untai ganda, DNA untai tunggal, dan RNA untai tunggal) daripada genom pada konvensional pada organisme lainnya.

Struktur Virus

struktur virus HIV
Source: brainly.co.id

Virus yang ditemukan terdiri ukuran dan bentuk yang sangat beragam. Diperkirakan sekitar 800 juta virus per persegi mengendap di permukaan planet bumi. Sedangkan di dalam tubuh manusia sendiri, diperkirakan terdapat 380 triliun virus. Meski jumlahnya sangat banyak, namun motif struktur tubuh virus semuanya sama. Berikut struktur virus dan fungsinya :

1. Kapsid

Kapsid adalah lapisan yang membungkus DNA dan RNA yang dapat berbentuk heliks (batang), polyhedral ataupun berbentuk lebih kompleks. Contohnya seperti pada virus mozaik dan virus adenovirus. Kapsid yang paling kompleks sendiri terdapat pada virus Bbakteriofaga. Fungsi kapsid adalah untuk membungkus DNA dan RNA pada virus.

2. Kapsomer

Struktur sel virus yang selanjutnya yaitu kapsomer. Kapsomer adalah subunit protein dengan jumlah yang lebih sedikit. Kumpulan-kumpulan kapsomer inilah yang membentuk kapsid. Contohnya, virus mozaik yang terdapat pada tembakau memiliki kapsid heliks tersusun dari ribuan kapsomer, akan tetapi hanya terdiri dari satu jenis protein saja.

3. Struktur Tambahan Lainnya

Struktur tambahan lainnya terdiri dari selubung virus. Selubung virus menyelubungi kapsid dan berfungsi sebagai penular atau untuk menginfeksi inangnya. Selubung terdiri dari fosfolipid, protein sel inang, protein, dan glikoprotein, yang berasal dari virus itu sendiri. Akan tetapi tidak semua virus memiliki struktur tambahan lainnya. Influenza merupakan virus yang memiliki struktur tambahan.

Perkembangbiakan Virus

perkembangbiakan virus litik
Source: wikipedia.com

Replikasi atau Sintesa protein virus merupakan istilah untuk perkembangbiakan pada virus. Protein sendiri merupakan materi genetik yang paling mendasar yang menjadi kehidupan bagi virus.

Perkembangbiakan pada virus terdiri dari dua mekanisme alternatif yaitu siklus lisis dan siklus lisogenik. Mekanisme alternatif ini ditemukan setelah meneliti perkembangbiakan pada virus faga. Faga lebih mudah dipahami dibandingkan virus lainnya meski beberapa faga memiliki struktur kompleks.

1. Siklus Lisis

Siklus lisis merupakan siklus reproduksi atau replica genom virus. Siklus ini menyebabkan kematian sel pada inangnya. Siklus lisis mengacu pada tahapan akhir dari infeksi.

Sel inang bakteri lisis yang pecah melepaskan faga yang dihasilkan dari sel inang tersebut. Tidak semua virus berkembangbiak dengan siklus lisis. Virusyang bereplikasi dengan siklus lisis ini disebut virus virulen.

2. Siklus Lisogenik

Berbeda dengan siklus lisis, siklus lisogenik merupakan siklus replikasi atau perkembangbiakan virus tanpa merusak atau menghancurkan sel inangnya.

Faga pada siklus lisogenik berintegrasi ke dalam kromosom bakteri. Proses integrasi faga ke dalam kromosom disebut dengan profaga. Lisogenik mengacu pada kondisi profaga tertentu yang dapat menghasilkan faga jenis aktif.

Perbedaan siklus lisis dengan siklus lisogenik dapat menggunakan contoh virus temperata. Faga temperata disebut juga lambda dengan ciri memiliki satu serabut ekor yang lebih pendek dari virus T4 namun memiliki ciri fisik yang sangat mirip. Virus ini merupakan jenis virus yang dapat menjalankan perkembangbiakan dengan kedua cara replikasi diatas di dalam suatu bakteri.

Virus merupakan parasit mikroorganisme yang sangat berbahaya bagi inang yang ditumpanginya. Virus sangat cepat menyebar dan menular terutama pada lingkungan dengan suhu tertentu.

Saat ini terdapat banyak sekali penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus. Bahkan penyakit berbahaya tersebut berujung pada kematian. Virus dapat dicegah menggunakan vaksin dan pengebalan sistem imun.

Anshori, Moch dan Djoko Martono. 2009. Biologi. Departemen Pendidikan Nasional

Tinggalkan komentar