11 Tips Keuangan Pasangan Baru Menikah Agar Sukses

Spread the love

Bagi pasangan yang baru menikah, penyesuaian sangat diperlukan termasuk dalam hal keuangan. Sebab, kamu tidak lagi memikirkan kebutuhan pribadi tetapi juga kebutuhan bersama. Ada beberapa tips keuangan pasangan baru menikah agar pengelolaannya bisa terkendali dengan baik.

Kalau kamu dan pasangan tidak belajar mengatur keuangan, maka pengeluaran bisa melebihi batas sehingga tidak ada sisa untuk ditabung. Padahal, kehidupan rumah tangga adalah perjalanan panjang yang menuntut manajemen keuangan demi terpenuhinya semua kebutuhan.

11 Tips Mengatur Keuangan Pasangan Baru Menikah

Terasa memusingkan memang kalau membahas soal keuangan. Terlebih, jumlah kebutuhan cenderung selalu bertambah sehingga mau tidak mau harus lihai dalam mengelola uang dari penghasilan.

Berikut 11 tips keuangan pasangan baru menikah yang akan memudahkanmu untuk melakukannya:

1. Saling Terbuka Soal Keuangan Masing-Masing

Saling Terbuka Soal Keuangan Masing-Masing

Sebelum menikah, kamu dan pasangan biasanya sudah memiliki penghasilan masing-masing. Jangan ragu untuk membeberkan kondisi keuanganmu ke pasangan, begitupun juga sebaliknya.

Selain jumlah penghasilan, ceritakan juga apakah kamu memiliki utang atau tidak. Pasangan pasti akan bersedia membantu menyelesaikan masalah tersebut karena merasa menjadi tanggungan bersama.

Adanya sikap saling terbuka menjadikan kamu dan pasangan mengetahui siapa yang paling ‘sehat’ keuangannya. Dengan begitu, bisa menentukan siapa yang akan lebih banyak memberikan support terlebih dahulu.

Tapi ingat, ya, sikap saling terbuka soal kondisi keuangan harus selalu dijaga. Jadi, bukan di masa awal berumah tangga saja karena pengelolaan keuangan bersifat kontinyu.  

2. Buat Skala Prioritas Kebutuhan

Buat Skala Prioritas Kebutuhan

Selanjutnya, tips keuangan pasangan baru menikah agar tidak boros adalah dengan membuat skala prioritas kebutuhan. Caranya yakni dengan mengurutkan dari kebutuhan yang paling penting hingga kebutuhan yang bisa dikesampingkan dulu.

Pastikan kamu mendiskusikan skala prioritas bersama pasangan karena hal ini menyangkut keuangan keluarga. Beberapa contoh kebutuhan yang perlu diprioritaskan seperti makan harian, belanja bulanan, tagihan listrik, tagihan air, tagihan telepon dan cicilan barang.

Selalu sisihkan uang untuk memenuhi kebutuhan di kategori yang paling penting tersebut. Sebab, hal tersebut seperti kewajiban yang harus kamu penuhi terlebih dahulu. Kalau sudah terbayar, maka akan lebih tenang dan bebas untuk menikmati uang dengan cara lain.

Dalam daftar prioritas teratas, kamu juga bisa memasukan tabungan apabila dianggap perlu. Konsekuensinya tentu saja harus menyisihkan penghasilan untuk disimpan.

3. Buat Anggaran Bulanan

Buat Anggaran Bulanan

Salah satu cara untuk mempermudah pengelolaan uang adalah dengan menyusun anggaran bulanan. Catat apa saja keperluan dalam satu bulan lengkap dengan perkiraan uang yang harus dikeluarkan.

Jangan lupa juga untuk mencatat penghasilanmu dan pasangan. Dengan adanya buku anggaran, kamu bisa mengetahui ke mana saja uang akan dibelanjakan dan totalnya dalam 1 bulan.

Manfaat lainnya adalah membantumu untuk mengurangi atau bahkan membuang beberapa hal yang ternyata tidak terlalu penting. Kelebihan uangnya bisa kamu gunakan untuk kebutuhan lain yang lebih krusial atau ditabung.

4. Bagilah Peran

Bagilah Peran

Membagi peran merupakan tips keuangan pasangan baru menikah yang cukup efektif untuk diterapkan. Ada 3 pilihan peran yaitu istri menjadi bos, suami menjadi bos dan dikelola berdua.

Apabila memilih ‘istri menjadi bos’ maka keuangan keluarga diserahkan sepenuhnya kepada istri. Gaji suami pun diberikan semuanya untuk dikelola sesuai kebijakan istri. Sedangkan ‘suami menjadi bos’ berarti suamilah yang memegang kendali atas keuangan keluarga.

Segala kebutuhan bersama ditentukan oleh suami. Pilihan peran ketiga yaitu dikelola berdua yang artinya kamu dan pasangan sama-sama bertanggung jawab mengatur keuangan keluarga.

Pola pengelolaan bersama bisa diterapkan dengan cara melakukan pembagian tertentu sesuai dengan kapasitas atau faktor lain yang sudah disetujui berdua.

Misalnya, istri yang mengatur uang belanja harian dan bulanan sedangkan suami mengatur keuangan untuk membayar tagihan-tagihan. 

5. Selalu Siapkan Dana untuk Kebutuhan Darurat

Selalu Siapkan Dana untuk Kebutuhan Darurat

Siapapun tidak bisa memprediksi masa depan tapi hanya mampu mempersiapkan diri atas segala kemungkinan yang terjadi. Salah satunya adalah dengan menyisihkan dana darurat untuk kebutuhan yang mendesak.

Dana darurat bisa menolong kamu saat kondisi tiba-tiba berubah, misalnya jatuh sakit dalam waktu lama, terkena PHK atau kejadian lain yang membutuhkan solusi saat itu juga.

Jumlah dana darurat yang sebaiknya dikeluarkan setara dengan 6 sampai 12 kali pengeluaran dalam sebulan. Kamu juga bisa mengambil sekitar 5% dari total penghasilan bulanan. Pokoknya, sesuaikan saja dengan kesanggupanmu untuk menyimpan dana darurat.

Selain dari penghasilan, dana darurat juga bisa kamu dapatkan dari hasil menjual barang-barang yang tidak terpakai. Makanya, coba periksa adakah aset di rumahmu yang sudah tidak terpakai tapi masih layak dijual. 

6. Catat Pengeluaran Harian

Mencatat Pengeluaran Harian

Rutin mencatat pengeluaran harian merupakan tips keuangan pasangan baru menikah yang mudah dilakukan tapi cukup efektif. Catatan pengeluaran harian akan mempermudah untuk meninjau aliran uangmu, apakah sudah dipakai sesuai kebutuhan atau tidak.

Kalau ternyata pengeluaran sesuai budget, berarti kondisi keuanganmu sehat. Sebaliknya, kalau pengeluaran membengkak, berarti kondisi keuanganmu sedang tidak sehat.

Dengan begitu, kamu dan pasangan bisa menganalisis catatan tersebut dan mencari solusi terbaik. Misalnya, memangkas jumlah belanjaan, mengurangi frekuensi belanja atau mencari alternatif barang yang kualitasnya sama namun harganya lebih murah.

Catatan pengeluaran bisa digabung dengan buku anggaran tapi dalam tabel yang berbeda agar lebih mudah dibaca. Saat melakukan evaluasi, cocokkanlah kedua data tersebut untuk memastikan apakah pengeluaranmu kurang dari budget yang dibuat atau lebih.

7. Buat Rekening Bersama Khusus untuk Kebutuhan Keluarga

Buat Rekening Bersama Khusus untuk Kebutuhan Keluarga

Pasangan yang baru menikah sebaiknya jangan ragu untuk membuat rekening bersama. Tips keuangan pasangan baru menikah ini bertujuan untuk menyimpan uang kebutuhan rumah tangga agar lebih aman dan fokus pada target.

Sebenarnya, disimpan di rekening istri atau suami pun boleh. Hanya saja, kurang terfokus dan kemungkinan bisa menyebabkan masalah kalau salah satu pihak tidak jujur.

Kamu juga bisa menggunakan tips ini untuk menyimpan uang kebutuhan khusus saja yang jumlahnya besar. Misalnya, dana untuk sekolah anak-anak, dana untuk berlibur atau dana untuk membeli mobil.

8. Tentukan Persentase Pengeluaran untuk Tiap Kebutuhan

Tentukan Persentase Pengeluaran untuk Tiap Kebutuhan

Agar kondisi finansial selalu stabil, kamu harus mengetahui persentase untuk setiap pos pengeluaran. Sama halnya dengan menyusun anggaran, menentukan pos pengeluaran juga membutuhkan perkiraan besarannya.

Beberapa pos pengeluaran yang perlu dialokasikan dengan baik meliputi kebutuhan harian, biaya pendidikan, asuransi keluarga, cicilan utang, dana liburan, kegiatan hiburan, kegiatan sosial, beramal dan investasi.

Contoh pembagian persentase untuk tiap pos kebutuhan dari total penghasilan kamu dan pasangan yaitu:

  • Pos kebutuhan harian sekitar 60%
  • Pos pendidikan sekitar 15%
  • Pos asuransi sekitar 10%
  • Pos cicilan utang atau lainnya sekitar 20%
  • Pos liburan sekitar 5%
  • Pos hiburan sekitar 5%
  • Pos sosial dan beramal sekitar 10%
  • Pos investasi sekitar 20%

Kalau kamu dan pasangan tidak memiliki utang, maka bisa diganti dengan pos dana darurat atau tabungan. Besarannya sekitar 20% sampai 30% atau sesuaikan saja dengan kesanggupan.

9. Sisihkan Uang untuk Ditabung

Sisihkan Uang untuk Ditabung

Menabung juga merupakan tips keuangan pasangan baru menikah agar bisa mempersiapkan masa depan dengan baik. Jangan sampai berpikiran “Ah baru menikah. Waktunya senang-senang dulu, lah.” karena bisa menjerumuskanmu ke kondisi finansial yang sempit.

Justru semakin awal kamu dan pasangan menabung, maka keuangan akan semakin membaik ke depannya. Tidak perlu langsung banyak, mulailah dengan jumlah yang sedikit kemudian tambahkan jumlahnya perlahan.

Dengan menabung, kamu dan pasangan bisa mewujudkan impian yang besar. Misalnya, berlibur ke luar negeri, menyekolahkan anak di tempat terbaik, membeli kendaraan yang layak atau memulai suatu bisnis.

Uang yang disisihkan juga bisa menolongmu di saat yang sulit. Bisa saja dana darurat yang kamu alokasikan ternyata kurang untuk memenuhi kebutuhan yang urgent sehingga harus mengambil juga dari tabungan.

10. Alokasikan Uang untuk Investasi

Memulai investasi merupakan tips keuangan pasangan baru menikah yang bisa dilakukan tanpa harus menunggu kaya. Kamu dan pasangan bisa memulainya di awal-awal setelah menikah bahkan dengan modal yang minim.

Jenis instrumen investasi yang direkomendasikan seperti emas, deposito dan reksadana. Keuntungan yang didapat dari emas bisa mencapai 10% sampai 12% setiap tahun sedangkan deposito antara 4% sampai 7%.

Investasi reksadana bisa memberikan keuntungan senilai 20% setiap tahunnya. Ketiga investasi tersebut bisa dimulai hanya dengan Rp5.000 untuk emas dan Rp10.000 untuk reksadana maupun deposito.

11. Lakukan Evaluasi Keuangan Setiap Bulan

Lakukan Evaluasi Keuangan Setiap Bulan

Tips yang terakhir adalah rutin melakukan evaluasi keuangan setiap akhir bulan. Gunakan buku anggaran dan catatan pengeluaran sebagai data untuk dianalisis. Sebisa mungkin, pengeluaran yang kecil pun harus tetap dicatat atau minimal kamu menyimpan struk transaksinya.

Lakukan evaluasi bulanan bersama pasangan agar sama-sama mengetahui aliran uang selama sebulan. Dengan adanya evaluasi, kamu dan pasangan bisa belajar lebih baik dalam mengatur keuangan ke depannya.

Kebutuhan yang terus berjalan dan meminta untuk dipenuhi menjadikan tips keuangan pasangan baru menikah sangat kamu butuhkan. Semakin dini kamu merencanakan pembagian uang untuk kebutuhan, maka semakin besar kemungkinan kondisi finansialmu selalu sehat.

Hal terpenting adalah selalu terbuka dan komunikasi dengan pasangan. Sebab, kamu tidak lagi memenuhi kebutuhan sendiri tetapi juga kebutuhan bersama pasangan dan anak-anak kelak.

Tinggalkan komentar