Reproduksi Bakteri : Seksual dan Aseksual (GAMBAR LENGKAP)

Pernahkah kamu makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu? Bisa jadi kamu sering lupa untuk mencuci tangan sebelum makan karena ingin segera mencicipi makanan yang sudah tersedia.

Tapi tahukah kamu, hanya dalam waktu 7 jam, 1 bakteri di tangan kamu dapat menghasilkan 2.097.152 bakteri? Bakteri yang berada ditangan akan melakukan reproduksi bakteri sangat cepat sehingga pada akhirnya bisa menyebabkan berbagai penyakit pada manusia, salah satunya diare.

Yuk, kita pelajari bagaimana sih reproduksi pada bakteri sehingga bisa dengan cepat mengkolonisasi suatu tempat.

Pengertian Bakteri

Bakteri merupakan organisme mikroskopik yang bersifat prokariotik karena belum memiliki membran inti.

Dalam klasifikasi lima kingdom, semua organisme yang bersifat prokariotik diklasifikasikan ke dalam kingdom Monera.

Bakteri merupakan organisme yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar luas di alam. Kemampuan bakteri dalam menginvasi dan mengkolonisasi suatu tempat disebabkan oleh kemampuan reproduksinya yang cepat dan sedikit berbeda jika dibandingkan dengan organisme lainnya.

Pada dasarnya, bakteri bereproduksi dalam dua cara, yakni secara aseksual maupun seksual.

Jelaskan reproduksi bakteri secara seksual dan aseksual!

Reproduksi Bakteri Secara Aseksual

Reproduksi pada bakteri umumnya terjadi secara aseksual atau tidak melalui proses perkawinan terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan tidak adanya rekombinasi materi genetik pada sel bakteri hasil reproduksi.

Transfer gen dari satu sel ke sel berikutnya terjadi secara vertikal, yakni tidak melibatkan individu bakteri lainnya.

Sehingga materi genetik yang dimiliki bakteri hasil reproduksi akan persis sama dengan materi genetik pada bakteri induk. Contoh reproduksi bakteri secara seksual adalah pembelahan biner.

1. Pembelahan Biner

Bakteri akan bereproduksi dengan cara membelah diri dari satu sel menjadi banyak sel, contohnya dari satu menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, delapan sel menjadi enam belas sel, begitu seterusnya.

Pembelahan sel pada bakteri tersebut dikenal dengan istilah pembelahan biner (Gambar 1).

  • Sel induk bakteri mula-mula akan melakukan penggandaan pada materi genetiknya terlebih dahulu sebelum melakukan pembelahan.
  • Kemudian sel induk tersebut memanjang (elongasi) lalu membentuk septum atau sekat. Pembentukan septum ini akan menyebabkan bakteri induk terbelah menjadi dua sel.
  • Dari setiap sel anakan itu kemudian akan membelah kembali sehingga menghasilkan banyak sel bakteri.
reproduksi bakteri secara aseksual
Gambar 1. Pembelahan Biner (Madigan et al., 2012)

Reproduksi Bakteri Secara Seksual

Reproduksi bakteri secara seksual dikenal juga dengan istilah reproduksi generatif yang terjadi melalui proses perkawinan terlebih dahulu.

Istilah perkawinan pada bakteri cukup berbeda artinya dengan istilah perkawinan pada organisme lain. Istilah perkawinan ini merujuk pada rekombinasi materi genetik yang terjadi antara suatu bakteri dengan bakteri lainnya.

Terdapat tiga tipe reproduksi seksual pada bakteri yakni konjugasi, transformasi, dan transduksi.

1. Konjugasi

Konjugasi adalah tipe reproduksi seksual pada bakteri yang melibatkan dua sel bakteri yakni bakteri pendonor (F+) dan bakteri penerima (F).

  • Tipe reproduksi ini memindahkan materi genetik secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur pilus yang berperan dalam menghubungkan dua sel bakteri.
  • Bakteri pendonor (F+) akan mentransfer materi genetiknya dalam bentuk plasmid maupun kromosom kepada bakteri penerima melalui struktur pilus tersebut (Gambar 2).

Konjugasi umumnya terjadi pada bakteri gram negatif contohnya Escherichia coli.

reproduksi bakteri konjugasi
Gambar 2. Proses konjugasi pada bakteri (Madigan et al., 2012)

2. Transformasi

Transformasi adalah tipe reproduksi seksual pada bakteri yang hanya melibatkan satu sel bakteri saja tanpa adanya kontak langsung dengan bakteri lainnya.

Namun pada tipe reproduksi transformasi ini, materi genetik akan masuk dari lingkungan luar sel menuju ke dalam sel bakteri yang kompeten (Gambar 3).

Suatu sel bakteri yang dapat menerima materi genetik asing disebut dengan sel yang kompeten.

Materi genetik yang masuk dapat berupa potongan DNA atau pun plasmid dari organisme lain yang dapat mengubah sifat bakteri.

Materi genetik asing tersebut berasal dari sel bakteri yang mengalami lisis sehingga materi genetiknya ke luar menuju lingkungan.

reproduksi bakteri transformasi
Gambar 3. Proses Transformasi dan Transduksi pada Bakteri (Madigan et al., 2012)

Secara alamiah, sifat kompeten ini diatur oleh beberapa protein spesifik.

  • Sel yang sedang mengalami pertumbuhan akan menghasilkan protein tertentu yang apabila terakumulasi dapat menginduksi sifat kompeten pada sel bakteri.
  • Namun, tidak semua koloni bakteri yang tumbuh akan memiliki sifat kompeten secara langsung setelah terpapar protein penginisiasi.
  • Hanya 20% dari keseluruhan bakteri yang bersifat kompeten sehingga bisa melakukan reproduksi secara transformasi.

Beberapa contoh bakteri yang melakukan reproduksi secara transformasi adalah Streptococcus pneumoniae, Neisseria gonorrhoeae, Bacillus, dan Rhizobium.

3. Transduksi

Transduksi adalah tipe reproduksi seksual pada bakteri dengan melibatkan bakteriofage (virus yang menyerang bakteri) sebagai vektor pembawa dan pemindah materi genetik dari satu sel bakteri ke bakteri lainnya.

  • Pada mulanya, bakteriofage akan menginfeksi suatu bakteri (Gambar 3).
  • Kemudian, materi genetik yang dimiliki bakteriofage tersebut akan ditransfer ke DNA kromosomal atau pun plasmid bakteri.
  • Proses penyisipan materi genetik bakteriofage ke dalam sel bakteri akan menyebabkan terjadinya rekombinasi DNA pada materi genetik bakteri.
  • Bakteriofage yang telah menyisipkan materi genetiknya itu lalu mengambil alih sistem metabolisme bakteri sebagai inang, sehingga sel bakteri yang telah disisipi akan mengalami lisis.
  • Bakteriofage yang telah dirakit ulang dengan membawa materi genetik hasil rekombinasi akan mencoba untuk menginfeksi inang baru lalu melakukan proses serupa.

Nah begitulah penjelasan singkat mengenai reproduksi pada bakteri. Walaupun termasuk organisme uniseluler dan mikroskopik, ternyata reproduksi pada bakteri cukup rumit juga ya.

Sekarang kamu jadi paham kan, kenapa sih bakteri bisa dengan cepat menginvasi dan mengkolonisasi suatu tempat.

Kalau sudah paham mengenai reproduksi pada bakteri, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan cuci tangan sebelum makan ya, biar kamu tidak dijadikan objek reproduksi oleh bakteri.

Salam milenial!

Sumber buku:

Aryulina, D., Muslim, C.. Manaf, S., dan Winarni E. W. (2007). Biologi Kelas X. Jakarta: Erlangga

Daftar Gambar: Madigan, Cossio, M. L. T., Giesen, L. F., Araya, G., Pérez-Cotapos, M. L. S., Vergara, R. L., Héritier, F. (2012). Microbiologia Brock. Instrumentos Familiares(Vol. XXXIII). https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2

Tinggalkan komentar