Rantai Makanan di Sawah (Contoh, Komponen, dan Ciri)

Spread the love

Di Indonesia banyak sekali sawah terbentang, terutama di wilayah pedesaan.

Sawah merupakan lahan yang digunakan untuk bercocok tanam oleh para petani.

Meskipun sawah merupakan areal buatan manusia, tempat ini juga memiliki ekosistem layaknya di hutan atau di sungai.

Ekosistem ini membentuk rantai makanan di sawah.

Apakah yang kamu ketahui tentang rantai makanan?

Kamu yang masih duduk di bangku sekolah, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah rantai makanan.

Secara umum, rantai makanan merupakan hubungan makan memakan antar makhluk hidup yang ada dalam sebuah ekosistem.

Pengertian Rantai Makanan di Sawah

gambar rantai makanan di sawah beserta penjelasannya

Sawah dibuat oleh manusia untuk kebutuhan pokok yaitu menghasilkan bahan pangan.

Umumnya, tanaman yang menjadi komoditas utama di sawah yaitu padi.

Tanaman padi menghasilkan biji gabah yang ketika digiling akan menghasilkan beras.

Beras inilah yang menjadi makanan pokok untuk sebagian besar masyarakat di Indonesia.

Adanya tanaman padi di lahan sawah memancing binatang dan tumbuhan lain untuk hidup di sana.

Tak hanya itu, organisme yang berukuran mikroskopis pun turut menghuni bentangan lahan basah tersebut.

Setiap makhluk hidup yang ada di sawah memiliki makanan dan mangsanya masing-masing.

Mereka saling makan dan dimakan.

Interaksi antar organisme ini membentuk rantai makanan di sawah.

Ada organisme yang berperan sebagai produsen, konsumen, serta dekomposer.

Masing-masing organisme yang ada di posisi tersebut memiliki tugas tersendiri yang akan dibahas pada poin selanjutnya.

Proses makan memakan memiliki tujuan agar seluruh organisme dalam ekosistem sawah dapat bertahan hidup.

Apabila terjadi pengurangan populasi baik pada produsen dan konsumen, rantai makanan di ekosistem ini akan kacau.

Ciri Ekosistem Sawah

Ekosistem sawah memiliki perbedaan yang cukup besar bila dibandingkan dengan ekosistem hutan.

Ada beberapa ciri khas yang ada di lingkungan sawah, antara lain:

1. Lahan untuk Tumbuhnya Tanaman Padi

skema rantai makanan di sawah

Ciri khas yang pertama terletak dari fungsi sawah itu sendiri yaitu sebagai lahan tumbuhnya tanaman padi.

Kebanyakan petani di Indonesia menggunakan sawah basah.

Artinya, sawah tersebut harus tergenang air agar dapat ditanami padi.

Kendati demikian, ada sebagian kecil petani yang menggunakan metode tanah kering untuk menanam padi.

2. Tak Banyak Dijumpai Keanekaragaman Hayati

penjelasan tentang rantai makanan di sawah

Sawah merupakan lahan buatan yang ditujukan untuk menanam satu jenis tumbuhan yaitu padi.

Oleh sebab itu, keanekaragaman hayati di tempat ini sangat rendah.

Jarang sekali ada tumbuhan lain yang hidup di sawah kecuali rumput.

Sedangkan hewan yang tumbuh di sawah biasanya hanya cacing, ikan, dan hama.

3. Merupakan Lahan Buatan Manusia

rantai makanan di sawah yang benar

Kamu tentu sudah tahu bahwa sawah merupakan lahan yang dibuat oleh manusia.

Agar bisa dimanfaatkan, lahan harus diolah terlebih dahulu.

Pengolahan tersebut meliputi pembajakan tanah, pengairan, dan pemberian pupuk.

Tujuannya adalah agar lahan tersebut siap digunakan untuk menyemai bibit padi.

4. Terdapat Irigasi

membuat rantai makanan di sawah

Sawah membutuhkan pengairan agar padi bisa tumbuh dengan baik.

Karena kebutuhan tersebut, dibuatlah sistem pengairan bernama irigasi.

Umumnya, irigasi mengambil sumber air dari waduk, danau, atau sungai.

Air dari sumber tersebut kemudian dialirkan ke sawah dengan sistem pintu.

Jadi, debit air yang masuk ke areal persawahan dapat diatur sesuai kebutuhan.

5. Terdapat Tanaman Lain di Sawah

contoh rantai makanan di sawah

Meskipun sawah menjadi tempat untuk menanam padi, namun tak menutup kemungkinan akan ada tumbuhan lain yang tumbuh.

Contohnya yaitu rumput yang biasa tumbuh di pematang sawah.

Meskipun jumlahnya tak banyak, tanaman selain padi tetap dapat tumbuh di sawah.

Komponen Rantai Makanan di Sawah

Layaknya rantai makanan di ekosistem lain, rantai makanan yang ada di sawah juga terdiri dari beberapa komponen seperti produsen, konsumen, dan juga dekomposer.

1. Produsen

rantai makanan di sawah adalah

Produsen merupakan komponen paling dasar atau pangkal dari sebuah rantai makanan.

Produsen sendiri merupakan organisme yang tak memerlukan makanan dari organisme lain.

Organisme yang berperan sebagai produsen memiliki kemampuan untuk menghasilkan makanan bagi dirinya sendiri.

Produsen hanya memerlukan cahaya matahari, air, dan unsur hara dari tanah.

Unsur hara berasal dari bangkai-bangkai organisme yang telah mati dan diuraikan oleh bakteri.

Namun tak semua tumbuhan dapat memproduksi makanan sendiri.

Hanya tumbuhan berklorofil saja yang dapat melakukan fotosintesis.

2. Konsumen

rantai makanan di sawah dan penjelasannya

Konsumen merupakan organisme yang memakan produsen.

Ada beberapa tingkatan konsumen dalam sebuah rantai makanan.

Umumnya, terdapat tiga tingkatan yaitu konsumen pertama, konsumen kedua, dan konsumen ketiga.

Konsumen terakhir atau puncak merupakan jenis organisme yang tidak memiliki pemangsa dalam ekosistem.

Setelah mati, bangkainya akan langsung diuraikan oleh bakteri.

3. Dekomposer

rantai makanan di sawah apa

Komponen terakhir dalam sebuah rantai makanan di sawah yaitu dekomposer atau pengurai.

Organisme yang termasuk dalam kelompok ini antara lain jamur, bakteri, dan cacing.

Tugas utama dekomposer adalah mengurangi jasad dari organisme yang telah mati agar menjadi unsur yang lebih kecil.

Unsur kecil ini akan kembali ke tanah dan menjadi zat hara yang digunakan oleh tumbuhan untuk memproduksi makanan.

Contoh Rantai Makanan di Sawah

Setelah memahami materi di atas, perhatikan contoh di bawah ini agar kamu lebih mengerti tentang rantai makanan yang ada di bawah.

1. Tenaga Matahari – Padi – Burung Pipit – Ular Sawah – Elang – Pengurai

rantai makanan di sawah beserta gambarnya

Padi berperan sebagai produsen yang dibantu oleh tenaga matahari.

Dalam kurun waktu tertentu, padi menghasilkan biji yang dimakan oleh burung pipit.

Ular sebagai konsumen kedua menjadikan pipit sebagai makanan.

Ular sawah menjadi mangsa yang sangat empuk bagi elang yang berperan sebagai konsumen puncak pada rantai makanan ini.

Ketika elang mati, jasadnya akan diuraikan oleh bakteri dan juga jamur.

2. Tenaga Matahari – Rumput – Belalang – Tikus – Ular Sawah – Pengurai

contoh rantai makanan di ekosistem sawah adalah

Rumput menjadi salah satu tumbuhan yang sering dijumpai di sawah.

Rumput berperan sebagai produsen layaknya padi.

Rumput di sawah menjadi makanan lezat untuk belalang.

Belalang dapat dimangsa oleh tikus tanah.

Lalu tikus tersebut dimangsa oleh ular sawah sebagai konsumen puncak.

Ular yang telah mati akan diuraikan oleh jamur dan juga bakteri.

3. Tenaga Matahari – Padi – Tikus – Burung Hantu – Pengurai

contoh rantai makanan di sawah padi

Tikus dikategorikan sebagai hama karena memakan padi di sawah.

Namun ada satu cara untuk mengurangi populasi tikus di sawah, yaitu dengan memanfaatkan burung hantu.

Burung ini aktif di malam hari untuk mencari makan.

Burung hantu tak memiliki predator dalam rantai makanan ini.

Sehingga, tubuhnya yang telah mati akan diuraikan oleh bakteri.

4. Tenaga Matahari – Padi – Serangga – Katak – Ular Sawah – Burung Elang – Pengurai

rantai makanan di sawah dan contohnya

Contoh rantai makanan ini memiliki 4 tingkatan konsumen yaitu serangga, katak, ular sawah, dan elang.

Masing-masing konsumen ini membuat populasi hewan di sawah menjadi seimbang.

Jika salah satunya tidak ada, populasi konsumen yang ada di bawahnya akan meningkat drastis.

Sedangkan hewan pemangsanya akan ikut mati karena tak mendapatkan asupan makanan.

Rantai makanan di sawah memang tak sekompleks ekosistem lainnya.

Namun rantai makanan ini juga memiliki pengaruh yang besar bagi pertanian, termasuk masalah hama dan gulma.

Apakah yang dapat kamu simpulkan dari penjelasan di atas?

Tuliskan simpulan yang kamu dapat di kolom komentar, ya.

Tinggalkan komentar