Protista Mirip Hewan: Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Contoh!

Apakah kamu pernah mendengar istilah Amoeba sebelumnya? Pasti kebanyakan orang menganggap bahwa Amoeba adalah bakteri.

Ups, kali ini kamu salah besar Teman!

Walaupun Amoeba berukuran renik seperti bakteri, tapi Amoeba bukan termasuk kelompok bakteri melainkan Kingdom Protista.

Supaya dapat mengenal Amoeba lebih dalam lagi, mari kita pelajari uraian mengenai Protista Mirip Hewan di bawah ini.

Pengertian Protista Mirip Hewan

protista mirip hewan disebut
Source: carisonstockart.com

Protista mirip hewan atau yang lebih dikenal dengan istilah Protozoa berasal dari bahasa Yunani Protos yang artinya pertama dan Zoon yang artinya hewan.

Anggota kingdom ini meliputi keseluruhan mikrorganisme eukariotik bersel tunggal (uniseluler) yang memiliki karakteristik umum hewan yakni memiliki alat gerak dan tidak mampu berfotosintesis.

Ciri Protista Mirip Hewan

protista mirip hewan ciri ciri
Source: biologywise.com

Berikut ini merupakan ciri-ciri umum dari Protista mirip hewan:

  1. Bersel tunggal (uniseluler)
  2. Tipe sel eukariotik
  3. Secara umum memiliki alat gerak (silia, flagelum, dan pseudopodia) dan sebagian kecil lainnya tidak memiliki alat gerak
  4. Hidup bebas di lingkungan perairan atau bersifat parasit
  5. Reproduksi secara seksual dan aseksual

Klasifikasi Protista Mirip Hewan

Protista mirip hewan atau Protozoa dibagi menjadi 4 filum utama, yakni Rhizopoda (Sarcodina), Ciliata (Ciliophora), Flagellata (Mastigophora) dan Sporozoa (Apicomplexa).

1. Rhizopoda (Sarcodina)

Rhizopoda (Yunani, rhizo = akar, podos = kaki) merupakan salah satu filum yang bentuk tubuhnya tidak tetap atau senantiasa berubah-ubah.

Hal tersebut dikarenakan pergerakan filum ini menggunakan penjuluran sitoplasma membentuk pseudopodia (kaki semu) yang ditunjukkan oleh Gambar 1.

protista mirip hewan beserta alat geraknya
Gambar 1. Struktur Pesudopodia pada Rhizopoda

Selain berfungsi sebagai alat untuk bergerak, pseudopodia ini dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memangsa makanan. Pseudopodia akan menjulur dan bergerak ke arah makanan lalu secara perlahan mulai mengelilingi makanan.

Makanan tersebut lalu dicerna di dalam vakuola makanan.

Secara umum, Rhizopoda bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner. Beberapa di antaranya dapat membentuk kista jika kondisi lingkungan tidak mendukung seperti saat kekurangan nutrisi atau kekeringan.

Salah satu contoh anggota Rhizopoda yang membantuk kista adalah Amoeba.

Habitat hidup Rhizopoda tersebar luas baik di daratan yang lembab, perairan tawar, bahkan di laut.

Amoeba proteus merupakan contoh Rhizopoda yang hidup di tanah lembab, Difflugiahidup di air tawar, dan kelompok Foraminifera yakni Globigerina hidup di air laut.

2. Ciliata (Ciliophora)

Cilliata berasal dari bahasa Latin cilia artinya rambut kecil atau dikenal juga dengan istilah Ciliophora. Ciliata merupakan anggota Protista yang bergerak dengan menggunakan silia (rambut getar).

Sama halnya seperti Amoeba, alat gerak pada Ciliata pun dapat digunakan sebagai alat bantu untuk makan (Gambar 2).

protista mirip hewan di air kolam
Gambar 2. Struktur Silia pada Ciliata

Silia akan membantu pergerakan makanan menuju ke sitostoma. Sitostoma ini merupakan celah di dalam sel yang berperan sebagai mulut untuk memasukan makanan.

Makanan yang telah berada di sitostoma kemudian akan diteruskan ke sitofaring (kerongkongan sel). Apabila telah terkumpul penuh, selanjutnya makanan akan masuk menuju sitoplasma dengan cara membentuk vakuola makanan.

Terdapat ciri khas yang dimiliki oleh Ciliata selain alat gerak silia, yakni memiliki dua inti, mikronukleus dan makronukleus. Sesuai dengan namanya, makronukleus berukuran lebih besar daripada mikronukleus.

Keduanya memiliki fungsi regulasi sel yang berbeda, vegetatif dan generatif. Makronukleus berperan sebagai regulator dalam fungsi vegetatif, yakni dalam hal pertumbuhan dan perkembangan sel. Sedangkan mikronukleus berperan dalam fungsi generatif pada proses konjugasi.

Ciliata dapat ditemukan bebas di lingkungan berair, seperti di air tawar maupun laut. Habitat Ciliata ini cukup luas, bahkan keberadaannya dapat ditemukan di air buangan atau air cucuran.

Hal tersebut membuat Ciliata memiliki nama lain yakni infusoria (Latin, infus= menuang) yang merujuk pada habitatnya tersebut.

Ciliata yang hidup di alam bebas contohnya Paramaecium caudatum, Stentor, dan Vorticella. Sedangkan jenis lainnya hidup di dalam perut hewan pemakan rumput yang berfungsi dalam membantu hewan tersebut mencerna makanannya.

Ciliata bereproduksi dengan dua cara yakni aseksual dan seksual. Seperti halnya Rhizopoda, reproduksi aseksual Ciliata adalah dengan cara pembelahan biner, namun arah pembelahan dilakukan secara membujur (transversal).

Sedangkan reproduksi Ciliata secara seksual dilakukan dengan cara konjugasi.

3. Flagellata (Mastigophora)

Flagellata berasal dari bahasa Latin flagell yang artinya cambuk, didasarkan pada jenis alat gerak yang dimiliki Flagellata yakni berupa cambuk atau flagelum.

Jumlah flagelum yang dimiliki pada umumnya adalah dua. Letak flagelum ini ada yang di bagian depan (anterior) sehingga bergerak seperti menarik sel namun ada pula yang dibagian belakang (posterior) sehingga bergerak seperti mendorong sel.

Flagellata bereproduksi secara cara aseksual dengan cara cara pembelahan biner secara membujur seperti pada Ciliata. Flagellata hidup bebas di berbagai perairan baik tawar maupun laut.

Selain itu, terdapat anggota Flagellata yang bersimbiosis dengan organisme lain misalnya Trichonympha campanula yang hidup di usus rayap untuk membantu mencerna kayu yang dimakan oleh rayap tersebut.

Selain hidup bebas dan bersimbiosis, Flagellata juga dapat bersifat parasit.

Contohnya adalah  Trypanosoma brucei sebagai penyebab penyakit tidur pada manusia dan Leishmania sebagai penyebab penyakit kala-azar yang dapat merusak sel darah merah (eritrosit) manusia. Kedua penyakit tersebut ditularkan oleh lalat tse-tse yang berasal dari Afrika (Gambar 3)

protista mirip hewan beserta gambarnya
Gambar 3. Flagellata yang Menginfeksi Eritrosit

4. Sporozoa (Apicomplexa)

Sprorozoa merupakan satu-satunya filum Protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Sporozoa berasal dari bahasa Yunani sporeyang artinya biji dan zoayang artinya hewan. Berdasarkan namanya tersebut, Sporozoa memiliki bentuk spora pada salah satu tahapan hidupnya.

Ciri lain yang menggambarkan filum ini adalah seluruh anggotanya bersifat parasit pada hewan maupun manusia.

Reproduksi pada Sprozoa dapat berlangsung secara seksual dan aseksual. Alur pergiliran reproduksi seksual dan aseksual pada Sporoza berlangsung rumit dan melibatkan lebih dari satu inang.

Reproduksi seksual pada Sporozoa dilakukan dengan cara pembentukan gamet lalu dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina. Sedangkan reproduksi aseksual dilakukan dengan cara pembelahan biner.

Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan oleh Filum Sporozoa yakni Plasmodium. Pada mulanya, Anophelesbetina akan menggigit manusia sehingga Plasmodiumakan berpindah ke dalam tubuh manusia.

Plasmodium akan menyerang sel hati dan sel darah merah sehingga menyebabkan penyakit malaria. Siklus hidup Plasmodium secara lengkap dapat dilihat pada Gambar 4.

protista mirip hewan beserta peranannya
Gambar 4. Siklus Hidup Plasmodium

Terdapat 4 macam Plasmodium yang dapat mengakibatkan penyakit malaria, yakni P. vivax, P. ovale, P. malariae, dan P. falciparum. P. vivax dan P. ovale dapat mengakibatkan malaria tertiana, P. malariae dapat mengakibatkan penyakit malaria kuartana, dan P. falciparum dapat mengakibatkan penyakit malaria yang paling berbahaya yakni malaria tropika.

Plasmodium tersebut akan menginfeksi sel darah manusia lalu mengakibatkan sel tersebut lisis sehingga sangat mematikan apabila tidak segera ditangani (Gambar 5).

protista mirip hewan ciliata
Gambar 5. Plasmodium di dalam Eritrosit

Selain mengakibatkan malaria, anggota filum ini dapat mengakibatkan penyakit lainnya yakni toksoplasmosis.

Penyakit ini diakibatkan oleh Toxoplasma gondii yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang tercemar kotoran kucing atau spora dari Toxoplasma gondii.

Penyakit ini cukup berbahaya terutama untuk ibu hamil karena akan mengakibatkan bayi yang terlahir menjadi cacat.

Peran Protista Mirip Hewan

protista mirip hewan dan ciri cirinya
Source: microbiologyonline.com

1. Peran yang menguntungkan

  • Forminifera termasuk ke dalam anggota Filum Rhizopoda yang memiliki cangkang. Kerangka atau cangkang dari Foraminifera ini dapat dijadikan sebagai petunjuk dalam pencarian sumber minyak, mineral, dan gas alam.
  • Sama halnya seperti Foraminifera, Radiolaria merupakan anggota Filum Rhizopoda yang memiliki cangkang dan kerangkanya dapat digunakan sebagai alat gosok apabila mengendap di dasar laut.
  • Trichonympha campanula adalah anggota Filum Flagellata yang hidup di usus rayap untuk membantu mencerna kayu.

2. Peran yang merugikan

  • Entamoeba histolytica dan Balandtidium coli dari Filum Rhizopoda sebagai penyebab disentri dan diare.
  • Trypanosoma brucei dan Leishmaniayang berasal dari Filum Flagellata sebagai penyebab penyakit tidur di Afrika dan penyakit kala-azar.
  • Toxoplasma dan Plasmodium yang berasal dari Filum Sporozoa sebagai penyebab penyakit toksoplasmosis dan malaria.

Nah bergitulah penjelasan mengenai Protista Mirip Hewan. Jadi sekarang tidak ada alasan lagi bagi kamu untuk menganggap Amoeba sebagai bakteri lagi ya!

Baca Juga: Protista Mirip Tumbuhan

Daftar Pustaka:

Aryulina, D., Muslim, C.. Manaf, S., dan Winarni E. W. (2007). Biologi Kelas X. Jakarta: Erlangga

Sumber gambar :

Ferdinand, F. dan Ariebowo, M. (2009). Praktis Belajar Biologi Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukan Dinas Pendidikan Nasional.

Tinggalkan komentar