30+ Penyakit yang Disebabkan Oleh Virus: Pada Manusia, Hewan, Tumbuhan

Virus merupakan mikroorganisme yang sangat merugikan bagi makhluk hidup lainnya. Virus dapat menjadi parasit yang merugikan inangnya. Manusia hewan, dan tumbuhan merupakan makhluk hidup yang dirugikan oleh virus.

Tentu ketika kamu sakit, maka sistem imun kamu sedang terserang virus. Pada manusia sendiri, penyakit yang disebabkan oleh virus sangatlah beragam.

Bahkan bagi makhluk hidup yang sudah terserang virus, efek yang lebih berbahaya adalah kematian. Beberapa virus juga dapat dengan mudah menular secara cepat jika tidak dilakukan pencegahan penularan secara serius.

Beberapa nama penyakit yang disebabkan oleh virus pada manusia sering kita dengar sehari-hari seperti flu burung, HIV Aids, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Virus: Adalah, Sejarah, Ciri, Struktur, dan Perkembangbiakannya

Virus yang Menyerang Manusia

1. Hepatitis B

virus yang menyerang manusia dan hewan
Source: mdanderson.org

Penyakit hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus pada manusia berupa Virus hepatitis B. Virus ini berkembang dalam jaringan hati yang merupakan salah satu organ dalam manusia yang sangat penting.

Hepatitis menyebabkan kerusakan sel-sel hati yang kemudian menyebabkan kerusakan hati yang berakhir pada hal yang paling tragis yaitu kematian korban.

Tanda atau gejala yang paling tampak pada penderita penyakit hepatitis B adalah nafsu makan berkurang, lesu, mual, demam, muntah, nyeri sendi, pigmen kulit perlahan berubah menjadi kuning, terdapat warna kuning pada bola mata bagian putih, dan air seni berubah warna menjadi kegelapan atau seperti air rebusan teh dikarenakan hati yang memproduksi warna kuning pada feses rusak.

2. DBD (Demam Berdarah Dengue)

jenis virus yang menyerang manusia
Source: hallosehat.com

Penyakit demam berdarah merupakan penyakit yang menjangkin manusia yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Gejala yang dirasakan pada penderita penyakit ini adalah panas tinggi yang datang secara mendadak dan terus menerus dimana suhunya mengalami naik turun. Nyamuk merupakan salah satu vektor virus yang menjadi inang virus penyebab demam berdarah

Nafsu makan penderita juga menurun yang diikuti mual, lemah, muntah, nyeri, pusing, bercak merah pada kulit, sakit perut, pendarahan gusi dan hidung, nyeri ulu hati, feses mengandung darah, serta muntah darah.

Penyebaran virus ini cukup mudah di daerah lembab dan musim hujan dimana nyamuk bersarang. Oelha karenanya, penting untuk menjaga lingkungan dari genangan air.

3. Influenza

5 jenis virus yang menyerang manusia
Source: medium.com

Virus Orthoneovirus merupakan virus yang menyebabkan influenza pada manusia. Virus ini dengan cepat menular karena media penularannya umumnya melalui udara yang dihirup oleh manusia setiap harinya.

Virus ini kemudian masuk melalui alat pernapasan seperti mulut dah hidung. Penyebaran virus ini juga sangat mudah dari penderita terhadap orang lain melalui interaksi dan kontak langsung.

Gejala awal dari infeksi virus ini adalah sakit kepala, demam, nyeri otot dan nafsu makan korban menurun. Meski penyakit influenza umumnya akan sembuh sendiri dalam etimasi 3-7 hari, namun selama masa demam, tubuh akan terasa sangat tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari manusia. Pencegahan virus ini dapat dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh.

4. SAR (Severe Acute Respiratory Syndromme)

10 nama virus yang menyerang manusia
Source: medicalnewstoday.com

Severe Acute Respiratory Syndromme atau dikenal dengan sindrom pernapasan akut merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus baru yang bermutasi dengan virus Corona.

Virus yang menyerang sistem pernapasan manusia ini memiliki gejala yang mudah diidentifikasi seperti demam tinggi mencapai lebih dari 38 derajat celcius disertai menggigil, lemah, letih, lesu, batuk dan sesak.

Penyakit ini mudah tersebar dengan hanya menyentuh organ mulut, hidung ataupun mata orang yang terinfeksi. Cara pencegahan penyakit ini cukup mudah yaitu menghindari daerah yang terkontaminasi virus ini, menggunakan masker, menghindari penderita yang mengalami gejala pneumonia dan menghindari peralatan yang sudah tersentuh oleh cairan yang berasal dari pasien.

5. Polio

materi virus yang menyerang manusia
Source: abcnews.com

Virus polio memiliki ciri capsid dengan bentuk virion tidak terselubung. Virus ini hanya menjadikan manusia sebagai inang alami satu-satunya.

Virus ini menyerang sel-sel manusia dan membatasi saluran pencernaan serta sel susunan saraf pusat. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui media makanan dan minuman yang di konsumsi ataupun melalui pernapasan oleh penderita.

Gejala atau ciri penderita yang terinfeksi virus ini adalah sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, malaise, meningitis aseptic dan korban mengalami kelumpuhan sementara.

Di Indonesia sendiri, penyakit ini tergolong penyakit pandemik yang diwaspadai oleh masyarakat dan pemerintah dan dihindari melalui program vaksinasi anak sejak dini terhadap polio saat dilakukan imunisasi.

6. Cacar (Smallpox)

virus yang menyerang manusia beserta penyakitnya
Source: cdc.gov

Cacar disebabkan oleh virus variola dan smallpox virus. Sama halnya seperti virus polio, virus smallpox dan variolla juga menjadikan manusia sebagai satu-satunya inang alami.

Meski penyakit ini dapat menyerang kera, namun infeksi awalnya ditemukan pada manusia yang terjadi di membran mukosa pada saluran pernapasan atas. Virus ini juga memperbanyak diri pada membran manusia.

Karena virus ini merupakan virus yang berasal dari manusia sendiri, cara pencegahannya pun sama dengan virus polio yaitu berupa vaksinasi sejak dini.

Vaksin cacar ini juga merupakan program pemerintah karena seperti yang diketahui bahwa cacar merupakan penyakit yang mudah muncul dan menular serta menyebabkan aktivitas manusia terganggu karena terasa tidak nyaman.

7. Cacar air

virus yang menyerang manusia dan cara pencegahannya
Source: hallosehat.com

Cacar air atau memiliki nama medis varisela merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Herpesvirus varicellae atau human (alpha) herpes virus-3 (HHV3) yaitu virus akut yang menular.

Nama lain penyakit ini adalah chicken pox atau varisela zoster. Virus ini termasuk virus yang sangat mudah menular hanya melalui udara, batuk, bersin dan kontak kulit langsung dengan penderita.

Gejala dari penyakit cacar air ini berupa tubuh terasa lemah, letih, lesu, pilek, demam, dan yang paling tampak adalah ruam kemerahan pada sekujur kulit tubuh yang berisi cairan.

Umumnya cacar air hanya akan menjangkit manusia sekali selama hidupnya dan cenderung menyerang anak-anak yang lebih rentan terkena penyakit dan sistem imun mereka tidak sekuat orang dewasa.

8. Campak

virus yang menyerang manusia hewan dan tumbuhan
Source: hallosehat.com

Campak disebabkan oleh virus Paramyxovirus genus Morbillivirus dan tergolong sebagai penyakit akut yang sangat mudah menular.

Campak atau dikenal dengan rubella, morbilli atau measles ini ditandai dengan gejala awal berupa demam pilek, batuk dan konjungtivitas (mata cenderung berair dan mengeluarkan kotoran) yang kemudian diikuti oleh bercak kemerahan pada sekujur kulit tubuh.

Campak menular melalui droplet di udara oleh penderita dan menimbulkan gejala berupa ruam setelah 4 hari terserang virus.

Virus ini juga menjadi virus yang diwaspadai di Indonesia dan menjadi salah satu program vaksinasi pemerintah yaitu vaksin campak bagi anak-anak. Virus campak menyebabkan pasien yang terinfeksi tidak dapat beraktifitas seperti biasanya.

9. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrom)

virus yang menyerang manusia beserta gambarnya
Source: daysoftheyear.com

Penyakit AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi HIV (Human Immuno-deficiency Virus) dan juga dinamakan Lymphadenopathy Associated Virus (LAV).

Virus ini bekerja dengan cara menyerang sistem imun atau kekebalan tubuh manusia. Penularan penyakit ini melalui kontak cairan hubungan seksual, jarum suntik, bekas penderita, air susu ibu penderita dan dari ibu ke kandungan.

AIDS merupakan penyakit berbahaya bahkan mematikan dan sampai saat ini belum ditemukan obat maupun vaksinnya. Hanya pencegahan dini lah yang dapat dilakukan agar virus ini tidak menular.

Gejala dari penyakit AIDS sendiri ialah demam tinggi, pembengkakan kelenjar, sering berkeringat di malam hari, berat badan mengalami penurunan terus menerus dan drastis.

10. Flu burung

berita tentang virus yang menyerang manusia
Source: hallosehat.com

virus Al dari Famili Orthomyxoviridae merupakan virus yang menyebabkan flu burung atau Avian Influenza. Virus yang berasal dari unggas ini dapat menular pada manusia lewat udara, makanan, minuman dan bersentuhan langsung dengan penderita. Penyakit ini pernah menjadi penyakit pandemik yang sangat dihindari di Indonesia yang terjadi hampir seluruh daerah di Indonesia.

Pada manusia sendiri, gejala terinfeksi virus ini yang tampak adalah demam tinggi, tubuh terasa lemas, batuk, sakit tenggorokan, pusing, nyeri pada perut, nyeri sendi dan tidak nafsu makan.

Virus yang sangat berbahaya ini telah mengakibatkan ribuan nyawa melayang. Cara mengatasi penularan virus ini adalah menghindari kontak dengan unggas, menjaga kebersihan, makanan dan minuman.

Virus yang Menyerang Hewan

1. Rabdovirus

5 contoh virus yang menyerang hewan
Source: theconversation.com

Rabdovirus merupakan virus yang menyebabkan rabies pada mamalia seperti anjing, monyet dan kucing. Rabies dikenal dengan nama penyakit anjing gila yang menyerang sistem susunan saraf korbannya.

Ciri atau gejala hewan yang telah terinfeksi virus rabies ini adalah air liur hewan terus menetes dan lebih sensitif dengan lebih agresif menggigit baik manusia maupun hewan lainnya.

Manusia yang tergigit oleh hewan yang terinfeksi virus Rabdovirus juga akan terinfeksi virus tersebut. Efek lanjut dari penyakit ini adalah kematian.

Oleh karenanya, virus ini sangatlah berbahaya dan memerlukan penanganan dan pencegahan lanjutan. Saat ini, seluruh anjing peliharaan harus di vaksinasi agar tidak terinfeksi virus rabdovirus dan tidak menular ke manusia ataupun hewan lain.

2. Avian Influenza A (H5N1)

virus yang menyerang hewan adalah
Source: merkpetmanual.com

Virus Avian Influenza A (H5N1) merupakan virus yang menyebabkan penyakit flu pada unggas, terutama burung dan ayam. Penyakit ini lebih dikenal dengan nama flu burung yang dengan mudah menular, berkembang dan menginveksi tidak hanya sesama unggas, tetapi juga manusia. Penyakit ini pernah menjadi penyakit pandemik di Asia, Eropa, Afrika dan timur tengah.

Manusia yang terinfeksi flu burung akan mengalami muntah-muntah, diare, sakit perut, gusi mengalami pendarahan, mimisan dan dada terasa nyeri.

Lebih lanjut lagi, penyakit ini menyebabkan infeksi paru-paru, gangguan jantung dan disfungsi ginjal. Penularan virus ini bisa hanya dengan menyentuh kotoran, cairan unggas dan memakan daging yang telah terinfeksi.

3. New Castle Disease (NCD)

berikut ini virus yang menyerang hewan yaitu
Source: poultryindonesia.com

New Castle Disease (NCD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus pada hewan unggas seperti ayam, bebek, dan burung.

New Castle Disease (NCD) biasanya dikenal dengan nama tetelo atau parot fever yang menyerang unggas khususnya ayam dan itik. Penyebaran virus ini juga sangatlah mudah seperti kontak langsung dengan unggas yang telah terinfeksi.

Sama halnya dengan New Castle Disease (NCD), virus ini juga menyerang manusia. Hewan yang telah terinfeksi virus ini harus segera dimusnahkan dan lingkungan tempat berkembang biak unggas yang terinveksi harus segera distrerilkan. Manusia yang terinveksi virus ini dapat menyebabkan gangguan sistem saraf dan gangguan pencernaan berupa diare.

4. Foot and mouth disease

jenis virus yang menyerang hewan
SourcE: yourhors.co.uk

Virus ini menyebabkan penyakit pada kuku hewan dengan kategori kuku belah seperti kuda, kerbau, sapi, babi, domba, kambing dan hewan ternak lainnya.

Ternak yang terserang virus ini akan tidak dapat berjalan karena kuku yang menjadi landasan kakinya mengalami gangguan. Selain menyebabkan kelumpuhan pada hewan, virus ini juga menyebabkan sariawan.

Hewan ternak yang terserang virus ini akan menyebabkan hewan tidak nafsu makan dan lama kelamaan tersebut akan kurus dan menyebabkan kematian.

Penyebaran virus ini juga sangat mudah mulai mulai dari hanya sekadar tersebar oleh angin hingga kontak langsung dengan hewan yang sudah tertular. Jika tidak segera ditangani, virus ini akan menyebabkan kerugian pada peternak.

5. Bovin Palilo Virus

virus yang menyerang hewan dan manusia
Source: farmersweekly.co.za

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini menyerang sapi dan menyebabkan tumor pada sapi. Meski tidak menginfeksi manusia, namun hewan yang sudah terinfeksi virus ini patut diwaspadai karena tentu ketika daging hewan yang sudah terinfeksi di konsumsi akan menyebabkan penyakit lain.

Sama hanya dengan tumor pada manusia, tumor pada hewan yang disebabkan oleh virus ini dapat menyebabkan kematian.

6. Pes sapi (Rindepest Virus)

virus yang menyerang hewan beserta gambar
Source: washingtonpost.com

Pes sapi merupakan penyakit yang menyerang sapi yang disebabkan oleh infeksi virus Rindepest Virus. Tidak hanya menyerang sapi, virus ini juga menyerang kerbau ternak, kerbau liar, antelop, jerapah, rusa, babi dan spesies hewan lainnya yang memiliki kuku genap (ungulata).

Rindepest merupakan virus yang dipercaya berasal dari daratan Asia dan tersebar ke beberapa Negara sekitar.

Penyebaran virus ini diyakini karena adanya perdagangan ternak antar Negara. Sebenarnya jika melihat kembali ke sejarah, virus ini telah ada pada masa Nabi Musa atau Firaun Mineptah sekitar 3.000 tahun sebelum masehi atau masa Mesir kuno. Penyakit ini termasuk ke dalam satu dari sepuluh tulah yang diturunkan Tuhan kepada Firaun melalui nabi Musa.

7. Penyakit lyme

virus yang menyerang hewan beserta gambar
Source: washingtonpost.com

Lyme merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat menginfeksi sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini menyebabkan kelumpuhan meningitis, dan ensefalitis.

Penyakit ini berasal dari kutu yang hidup di tubuh tikus, burung ataupun rusa. Penyebaran penyakit ini adalah melalui gigitan. Gejala awal gigitan kutu ini berupa ruam kecil merah pada kulit dan walnyaterasa tidak sakit.

Bahkan di awal, korban akan tidak menyadari karena tidak ada rasa sakit. Ruam sebenarnya akan menghilang dalam beberapa minggu.

Hanya saja di beberapa kasus, ruam akan disertai dengan nyeri otot, demam tinggi dan sendi bengkak. Penyakit ini memang tidak terlaluberbahaya seperti penyakit yang menyerang hewan lainnya, hanya saja penyakit ini patut diwasapadai dan di hindari.

8. Demam Q

jelaskan virus yang menyerang hewan
Source: scanellis.com

Bakteri Coxiella burnetii merupakan bakteri yang menyebabkan demam Q yang menyerang kambing, sapi, domba, dan hewan peliharaan lainnya.

Bakteri ini berasal dari organisme yang ditemukan dalam urine, kotoran dan susu hewan yang telah terinfeksi. Bakteri ini merupakan bakteri yang sangat kuat karena tahan terhadap panas dan disinfektan tertentu sehingga sulit dimusnahkan.

Bakteri ini juga mampu bertahan hidup dalam jangka waktu lama dalam lingkungan tertentu karena bakteri ini dapat menyesuaikan diri dengan suhu ruang.

Infeksi ini juga dapat menyerang manusia jika terhirup, tergigit oleh kutu dari hewan peliharaan yang telah terinfeksi, ataupun mengkonsumsi hewan atau daging sapi yang tidak steril dan tidak di pasteurisasi terlebih dahulu.

9. Avibirnavirus

virus yang menyerang hewan dari kelompok unggas adalah
Source: pixabay.com

Penyakit ini disebabkan oleh Infectious Bursal Disease (IBD) yang biasa menyerang ayam ataupun burung muda. Virus ini dapat menyebabkan kematian pada unggas yang terinfeksi.

Biasanya efek kronis akan muncul pada unggas yang berusia 3-6 minggu. Infectious Bursal Disease (IBD) menyebabkan penghancuran limfosit dan kekebalan tubuh unggas akan menurun.

Unggas yang terserang penyakit ini akan mengalami ciri seperti hewan tidak aktif, demam, bahkan akan tampak lesu sepanjang hari.

Agar virus tidak menyebar, sebaiknya manusia mengurangi kontak dengan hewan yang telah memiliki ciri atau gejala seperti yang sudah disebutkan diatas. Daging unggas yang telah terinfeksi sebaiknya tidak di konsumsi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

10. Infectious Bronchitis

virus yang menyerang hewan vertebrata
Source: pe.com

Infeksi bronchitis atau infectious bronchitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Corona Virus. Virus ini menyerang sistem pernapasan.

Berbeda dengan virus pada demam Q, virus ini lebih mudah mati pada suhu panas dan disinfektan tertentu sehingga virus ini tergolong virus yang mudah dimusnahkan. Meski demikian, efek dari virus ini tetaplah merugikan.

Penularan penyakit ini sendiri dapat melalui kontak langsung antara hewan yang sehat denganhewan yang telah tertular penyakit.

Akan tetapi tidak semua kontak langsung dapat menyebarkan virus. Misalnya muntahan ayam yang sakit tidak bisa tidak langsung menularkan virus, akan tetapi cairan dari ayam sakit patut diwaspadai agar tidak berkontakan dengan hewan yang sehat.

Virus yang Menyerang Tumbuhan

1. Mozaik

virus yang menyerang tumbuhan adalah
Source: wisc.edu

Salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus pada tumbuhan adalah Mozaik. Penyakit yang mozaik menyerang daun tumbuhan seperti tomat, tembakau dan labu.

Mozaik merujuk pada ciri fisik dari tumbuhan yang terinfeksi virus ini yaitu terdapat bercak kuning pada daun atau buah. Penyakit ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman, merusak kualitas tanaman dan hasil panen.

Penyakit yang disebabkan oleh virus bernama mozaik pada tembakau sendiri terjadi karena terinfeksi virus Tobacco Mozaik Virus (TMV). Terinfeksi nya daun tembakau oleh virus ini juga menjadi cikal bakal terdeteksinya virus-virus lain yang ada di dunia.

Orang yang pertama kali meneliti dan bereksperimen tentang virus TMV ini adalah Adolf Majjer, seorang ilmuwan saintis berkebangsaan Jerman pada tahun 1883.

2. Burik kuning

virus yang menyerang tumbuhan dan hewan
Source: saungsumberjambe.blogspot.com

Penyakit burik kuning menyerang tanaman melalui plasmodermata yang kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh tanaman. Penyakit karena virus ini biasanya menyerang tanaman padi dan aster.

Ciri tumbuhan yang terserang penyakit ini adalah daun, batang ataupun buah tanaman berubah menjadi kuning dan memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Penyakit burik kuning pada tanaman ini disebabkan oleh Tungro Sperichal Virus yaitu virus yang bersarang pada sel hama tertentu. Salah satu hama yang dikenal menyebarkan virus ini adalah wereng.

Wereng yang sudah terinfeksi virus tungro akan mengakibatkan tanaman menjadi kekuningan bahkan menghitam. Cara mengatasinya adakah dengan memberikan pestisida tertentu.

3. Tanaman kerdil

virus yang menyerang tumbuhan brainly
Source: dacroagrotechno.com

Virus tungro tidak hanya menyebabkan tanaman menjadi kekuningan atau kehitaman akan tetapi menyebabkan tanaman menjadi kerdil. Virus ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman sehingga ukurannya lebih kecil dari tanaman normal pada umumnya.

Sama halnya degan penyakit burik kuning, penyebaran virus ini juga melalui perantara yaitu hama wereng cokelat dan wereng hijau.

Penyebaran virus ini ke tanaman yang lainnya juga relatif mudah karena perpindahan hamanya sendiri cukup mudah. Bila suatu tanaman sudah terinfeksi virus tungro ini, maka tanaman sekitarnya berpotensi terinfeksi virus yang sama.

Ini menjadi masalah yang serius karena menyangkut ancaman pangan masyarakat oleh karenanya masalah ini harus segera diatasi oleh semua pihak.

4. Penyakit degenerasi jeruk

virus yang menyerang tumbuhan dapat menular pada manusia
Source: nea-galery.blogspot.com

Degenerasi pada jeruk disebabkan oleh infeksi virus CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration). Virus ini menyebabkan pembuluh ploem yang berfungsi mengangkut zat makanan dari daun menuju seluruh bagian tumbuhan mengalami malfungsi.

Oleh karenanya, zat makanan hanya akan tertumpuk pada daun sehingga bagian tumbuh tumbuhan lainnya mengalami kekurangan nutrisi.

Virus ini menyebabkan kerusakan berupa pertumbuhan terhambat dan abnormal kemudian perlahan-lahan tanaman akan mati.

Ciri-ciri pohon jeruk yang terinfeksi virus ini adalah terdapat bercak kuning tidak beraturan pada daun jeruk, daun menjadi kaku, mengering, mengecil dan kerusakan pada buah jeruk. Penularan virus ini sendiri bisa melalui perantara hama dan okulasi induk yang terinfeksi.

5. Penyakit yellow

virus yang menyerang tumbuhan dan akibat yang ditimbulkan
Source: invasive.org

Penyakit ini umumnya terjadi pada tanaman tomat dengan ciri daun tomat mengalami klorosisi atau menguning (yellowing) dan mengerut hingga tampak keriting (curly), mengeras dengan tekstur lebih kasar dan tebal dibandingkan daun tomat yang sehat serta menyusut.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Tomato Yellow Leaf Curl Virus (TYLCV) yang menyerang pohon tomat.

Penyebarannya virus ini sendiri melalui perantara hama yaitu kutu kebul. Kutukebul sendiri menjadi vector utama (makhluk hidup yang terinfeksi virus atau menjadi inang virus tanpa harus menjadi sakit dan mati) dari penyebaran virus TYLCV ini. Kutu kebul sendiri mendapat virus TYLCV saat menghisap cairan yang berasal dari tanaman yang sudah terinfeksi penyakit yellow terlebih dahulu.

6. Penyakit daun menggulung

sebutkan virus yang menyerang tumbuhan
Source: cropproco.com

Penyakit daun menggulung ini disebabkan oleh virus Turnip Mozaic Virus (TuMV). Virus ini umumnya menyerang tanaman kapas, tembakau, dan lobak. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah daun tanaman menggulung ke atas dimulai dari daun utama hingga anak daun. Selain daun menggulung, daun juga diikuti dengan bercak kekuningan atau disebut yellowing.

Hama yang menyebarkan virus ini adalah kutu daun atau Aphis. Cara pengendalian penyebaran virus ini sendiri harus dengan membasmi penyebaran hama terlebih dahulu. Insektisida sistemik dapat digunakan untuk mengendalikan kutu daun dengan menekan populasi vector kutu. Insektisida sistemik dapat mencegah penyebaran virus antar tanaman.

7. Penyakit bercak layu tomat

virus yang menyerang tumbuhan materi genetiknya berupa
Source: garden.org

Virus Tomato Spottes Wilt Virus (TSWV) adalah virus yang menyebabkan penyakit bercak layu atau spotted wilt pada tomat dan jenis tanaman lainnya. Penyakit akibat virus TSWV ini pertama kalinya teridentifikasi di Australia sekitar tahun 1915. Akibat dari tanaman yang terserang penyakit ini sangatlah merugikan karena dapat menyebabkan gagal panen sekitar 75% – 100%.

Penyebaran virus ini sendiri melalui hama thrips yaitu segala jenis hama yang menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan pada tanaman tersebut. Selain tomat, penyakit ini dapat menginfeksi selada, tanaman kacang-kacangan, cabai, kentang, kacang tanah, dan juga tembakau. Ciri penyakit ini adalah terdapat luka kecil berupa lingkaran hijau gelap pada daun tanaman.

8. Penyakit mozaik mentimun

virus yang menyerang tumbuhan beserta penjelasannya
Source: flickr.com

Penyakit mozaik mentimun disebakan oleh penularan virus Cucumber Mosaic Virus (CMV). Sesuai dengan namanya, penyakit mozaik ini menyerang tanaman mentimun dan beberapa jenis tanaman hias, tanaman tahunan, gulma dan semak. Virus ini terkenal memiliki jenis inang terluas dari virus lainnya. Penyebaran virus ini juga dapat melalui biji oleh gulma parasite.

Ciri tanaman yang sudah terinfeksi oleh virus ini adalah munculnya bintik pada daun, warna daunberubah menguning, adanya bercak berbentuk cincin, serta terjadi disortasi pada daun, bunga dan buah. Efek lebih lanjut yang terjadi pada tanaman yang serinfeksi virus ini adalah efek shoestring yaitu daun terlihat lebih kurung dan tanaman akan menjadi kerdil.

9. Penyakit PTNRD

virus yang menyerang tumbuhan dan hewan
Source: geneticliteracyproject.com

PTNRD merupakan singkatan dari Potato Tuber Nectrotic Ringspot Disease yang merupakan penyakit yang disebabkan oleh Potato Virus Y (PVY).

Penyakit ini berupa bercak cincin nekrotik pada tanaman kentang sehingga kualitas kentang sangat rendah bahkan memengaruhi daging buah dan rasa kentang. Harga kentang yang terserang penyakit ini juga rendah dan merugikan petani.

Virus ini menular melalui dua cara yaitu pertama melalui vektor berupa hama kutu dan kedua melalui dorman dalam benih kentang. Penularan kedua biasanya disebabkan karena menggunakan bibit keturunan yang telah terinfeksi virus terlebih dahulu. Selain menginfeksi kentang, virus ini juga dapat menginfeksi tanaman lain seperti tembakau, merica dan juga tomat.

10. Penyakit kuning bit barat

jenis virus yang menyerang tumbuhan
Source: croppro.com

Beet Western Yellow Virus (BWYV) atau Turnip Yellows Virus (TYV) merupakan salah satu virus yang menyebakan penyakit kuning pada tanaman yaitu penyakit kuning bit barat.

Sesuai dengan namanya, virus ini menyerang sejenis tanaman bit yaitu tanaman yang tumbuh di dataran tinggi dengan ciri umbi akar berwarna kemerahan dan dapat diolah menjadi gula.

Penyebaran virus Beet Western Yellow Virus (BWYV) atau Turnip Yellows Virus (TYV) ini sendiri dapat dengan cepat dan luas melalui perantara, salah satunya yaitu hama kutu daun baik dari spesies kutu persik hijau ataupun kutu kubi. Penyakit ini berpengaruh terhadap kualitas umbi tanaman bahkan sampai menyebabkan pertumbuhan abnormal pada tumbuhan yang terinfeksi.

Setiap virus tentu akan memberikan efek negative terhadap inangnya ataupun terhadap korban yang terinfeksi. Namun virus sendiri dapat dijadikan vaksin dalam mencegah penularan virus.

Terlepas dari beragamnya jenis virus yang sangat berbahaya tersebut, kita patut mewaspadai dan mengantisipasi penyebaran virus dengan langkah-langkah hidup sehat dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan.

Bagaimana? Sudah paham kan guys?

Salam milenial!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*