Keanekaragaman Hayati: 10+ Pengaruh Manusia (Positif dan Negatif)

Aktivitas yang dilakukan oleh manusia ternyata memiliki pengaruh terhadap keanekaragaman hayati yang ada. Aktivitas yang dilakukan juga dapat menimbulkan pengaruh positif bahkan negatif. Kegiatan positif tersebut tentu saja harus selalu dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang ada.

Sementara itu, untuk kegiatan yang dapat memberikan negatif sebaiknya berusaha untuk dihentikan. M

emang hal itu sulit dilakukan karena hampir menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan, namun sebagai manusia yang berakal sudah seharusnya lebih memikirkan lagi apa dampak dan pengaruh yang dapat ditimbulkan dari aktivitas yang dilakukan.

Dampak Positif Terhadap Keanekaragaman Hayati

1. Sumber Pendapatan

upaya untuk meminimalisir dampak aktivitas manusia terhadap penurunan keanekaragaman hayati
Source: pexels.com

Kenakeragaman hayati bisa menjadi salah satu sumber pendapatan yang bisa mendatangkan devisa untuk industri. Contohnya, untuk menjadi bahan baku industri hasil perkebunan dan rempah-rempah.

Bahan industri seperti cendana yang dapat digunakan sebagai industri kosmetik, rotan dan kayu jati digunakan untuk industri mebel, dan tamanan kopi dan teh untuk industri minuman. Rempah-rempah yang biasanya dimanfaatkan yaitu cabai, bahan bumbu dapur, vanili, dan lada.

2. Penunjang Kehidupan Makhluk Hidup

dampak manusia terhadap alam
Source: pexels.com

Tumbuhan seperti yang kita ketahui merupakan makhluk hidup yang menghasilkan oksigen dari hasil fotosintesisnya. Oksigen ini digunakan makhluk hidup untuk bernapas dan menghasilkan atau membuat zat organik seperti umbi, buah, biji yang dapat digunakan sebagai bahan makan untuk makhluk hidup yang lain.

Hewan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pangan dan sandang manusia. Jasad renik berguna untuk mengubah dari bahan organik menjadi anorganik. Nilai biologi lainnya yang penting yaitu hutan yang berfungsi sebagai gudang plasma benih atau plasma nutfah.

3. Pemuliaan

ancaman manusia terhadap keanekaragaman hayati dan upaya perlindungannya di indonesia
Source: pexels.com

Manusia yang secara bersama-sama saling peduli dan mau menjaga, merawat, dan memuliakan lingkungan, maka hal ini merupakan hal yang dapat memberikan efek yang besar dan sangat berpengaruh untuk kelangsungan hidup binatang dan tumbuhan yang berada di lingkungan itu.

Kegiatan ini tidak akan hanya berguna untuk menjaga kelangsungan dari hidup binatang dan tumbuhan yang telah ada sebelumnya, melainkan dapat menambah jenis dari binatang dan taman tersebut.

4. Pelestarian keanekaragaman hayati

ancaman terbesar aktivitas manusia terhadap keanekaragaman hayati adalah
Source: pexels.com

Kegiatan pelestarian yang dilakukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati erat hubungannya dengan tumbuhan maupun binatang yang sudah langka atau mungkin hampir punah. Manusia sudah seharusnya menjaga dari keanekaragaman hayati yang banyak tersebut supaya keberadaannya tidak akan hilang atau punah.

Aktivitas yang dapat dilakukan manusia untuk kegiatan pelestarian adalah pembiakan secara in situ dan ex situ. Pembiakan secara in situ merupakan pembiakan di habitat asli hewan ataupun tumbuhan langka tersebut hidup.

Sedangkan, pembiakan secara ex situ merupakan kegiatan pembiakan di luar habitat asli dari hewan dan tumbuhan tersebut.

Walaupun, pembiakan in situ dan ex situ ini berbeda, tetapi kegiatan ini sama-sama bertujuan untuk melestarikan tumbuhan dan hewan yang hampir punah agar masih dapat hidup dan terselamatkan.

5. Penghijauan

ampak positif dan negatif pengaruh kegiatan manusia terhadap keanekaragaman hayati
Source: pexels.com

Penghijauan memiliki arti sebagai menanam pohon-pohon di area yang belum terdapat banyak pepohonan. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan positif yang dapat dilakukan oleh manusia, agar manusia semakin sadar bahwa pohon merupakan makhluk hidup yang sangat bermanfaat keberadaannya untuk makhluk hidup yang lain.

Dampak Negatif Terhadap Keanekaragaman Hayati

1. Pemusnahan dan Perusakan Habitat

dampak manusia terhadap alam
Source: pexels.com

Pemusnahan dan perusakan habitat makhluk hidup terjadi dikarenakan beberapa aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab. Penyediaan pemukiman dan lahan perkebunan baru untuk transmigran merupakan salah satu kegiatan yang dapat merusak habitat.

Hal ini dilakukan dengan cara membuka hutan yang akan merusak habitat dari makhluk hidup yang sudah tinggal di hutan.

Selain itu, kegiatan eksploitasi sumber daya hayati juga bisa merusak lingkungan, walaupun sumber daya ini bersifat terbarukan, namun apa jadinya jika sumber daya ini dieksploitasi secara besar-besaran dan tidak sebanding dengan kegiatan reproduksinya. Hal ini akan menyebabkan hutan menjadi rusak akibat kegiatan eksploitasi secara liar atau illegal logging.

Cara eksploitasi alam ini sering kali tidak sesuai dengan etika lingkungan, banyak manusia yang tidak bertanggung jawab merusak ekosistem laut dengan cara pengeboman dan menggunakan zat berbahaya, sehingga akan memusnahkan makhluk hidup yang ada di laut dan juga merusak terumbu karang tempat organisme tersebut hidup.

Kegiatan perusakan habitat juga termasuk ke dalam aktivitas pertambangan dan pembuatan proyek untuk hutan tanaman industri (HTI). Eksplorasi dan eksploitasi tambang yang ada di tengah hutan tentu saja akan merusak habitat hutan.

Sedangkan, untuk proyek pembuatan hutan tanaman industri dilakukan dengan membuka lahan hutan dan menggantikan tanaman yang ada di hutan dengan tanaman jenis tertentu, contoh tanaman tersebut adalah kelapa sawit (Ellais) dan karet (Hevea sp).

Umumnya pembuatan proyek ini dilakukan dengan cara pintas, seperti pembakaran. Hal ini yang akan menyebabkan bencana kebakaran hutan di Indonesia menjadi bencana yang terus terjadi.

Baca Juga: Keanekaragaman Hayati di Indonesia: Persebaran, Karakter, Contoh

2. Pencemaran

pengaruh aktivitas manusia terhadap keanekaragaman hayati
Source: pexels.com

Pencemaran merupakan masuknya suatu zat, benda, organisme ke dalam lingkungan yang menjadikan kondisi lingkungan tidak sesuai lagi seperti yang seharusnya. Setiap aktivitas yang dilakukan manusia dalam kehidupannya akan selalu menghasilkan zat sisa, zat sisa ini alah limbah.

Menurut asalnya, limbah ini dapat dikelompokkan menjadi dua, limbah rumah tangga atau domestik dan limbah industri. Sementara itu, menurut jenis, limbah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu limbah cair, padat, dan gas.

Contoh dari limbah rumah tangga yaitu berupa sisa detergen dan bahan organik yang masuk ke dalam air ataupun bercampur dengan bahan anorganik di pembuangan sampah.

3. Budidaya Tanaman Secara Monokultur

bagaimana pengaruh manusia terhadap alam
Source: pexels.com

Saat ini, jumlah permintaan produk asal pertanian semakin meningkat beriringan dengan meningkatnya jumlah penduduk yang ada. Karena hal tersebut, maka dilakukan usaha budidaya tanaman secara monokultur atau menanam tanaman tertentu yang sudah ditentukan.

Contohnya, untuk mendukung swasembada beras, dibuat kebijakan pertanian untuk menanam jenis padi tertentu pada setiap area pertanian. Kondisi ini akan menyebabkan potensi tanaman lain, selain tanaman padi tidak akan dikembangkan, sehingga keberadaannya bisa terancam.

4. Spesies Transgenik dan Introduksi Spesies

upaya meminimalisasi dampak aktivitas manusia terhadap penurunan keanekaragaman hayati
Source: pexels.com

Ekosistem secara alami memiliki sifat keseimbangan yang juga dinamis. Namun, keseimbangan dalam keanekaragaman ekosistem ini bisa berubah dikarenakan adanya spesies baru yang di datangkan dari luar negara Indonesia. Hal ini bisa terjadi akibat kurangnya pengawasan untuk spesies yang dapat masuk ke Indonesia.

Spesies baru atau asing yang masuk ini dinamakan sebagai introduksi spesies. Misalnya, adanya spesies ikan patin membuat hilangnya keanekaragaman ikan yang ada di perairan air tawar, karena ikan patin merupakan ikan karnivora. Jika hal ini tetap tidak diperhatikan dan ditangani, maka keanekaragaman akan menjadi berkurang.

Spesies transgenik merupak spesies yang terlahir karena adanya kegiatan menyisipkan atau menggabungkan gen yang berasal dari organisme lain yang berbeda jenis, dan organisme tersebut biasanya memiliki sifat unggul yang terkandung.

Jika, keberadaan dan peredaran spesies hasil transgenik ini tidak diawasi, maka dapat membuat plasma nutfah yang ada di Indonesia berkurang.

Baca Juga: Keanekaragaman Gen : Pengertian, Faktor, dan Contohnya Lengkap!

5. Seleksi

pengaruh aktivitas manusia terhadap lingkungan alam
Source: pexels.com

Perilaku manusia yang secara tidak sengaja membudidayakan dan lebih memilih varietas unggul dapat mengancam keanekaragaman makhluk hidup yang telah ada.

Misalnya, petani tumbuhan dengan kualitas yang baik dan meninggalkan tumbuhan dengan kualitas buruk. Hal ini akan membuat tanaman dengan kualitas yang baik dan unggul akan dibudidayakan, tetapi tanaman yang memiliki kualitas buruk akan dibiarkan, sehingga akan menghilangkan jenis tanaman dengan kualitas buruk tersebut.

Sikap Seorang Milenial Menghadapinya

1. Terus Mempelajari Mengenai Keanekaragaman Hayati

contoh pengaruh manusia terhadap alam
Source: pexels.com

Dalam tubuh setiap makhluk hidup terdapat sumber gen yang secara alami akan sesuai dengan lingkungan alamnya. Karena hal itu, lestarinya keanekaragaman makhluk hidup menjadi suatu syarat yang wajib agar plasma nutfah atau sumber gen tetap terjaga dan tersedia.

Hal ini bisa menjadi suatu cara untuk bisa mengembangakan sebuah penelitian dengan tujuan pemulihan keanekaragaman hayati yang semakin mengalami penurunan.

2. Memahami Peranan Keanekaragaman Hayati

sebutkan pengaruh kegiatan manusia terhadap keanekaragaman hayati
Source: pexels.com

Keberadaan dari keanekaragaman makhluk hidup di suatu tempat memiliki peranan yang besar sehingga dapat menjaga kegiatan proses di ekosistem, seperti aliran energi dan daur zat.

Keanekaragaman tumbuhan juga memiliki peranan untuk proses fotosintesis dan menjaga tanah agar tidak terjadi erosi. Dalam cakupan yang luas, keanekaragaman flora dapat menjaga stabilitas iklim dan daerah aliran sungai.

3. Selalu bersyukur

pengaruh kegiatan manusia terhadap perubahan alam
Source: pexels.com

Sebagai generasi milenial, Kita juga harus dapat menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati ini ada karena kuasa Tuhan. Hal ini akan meningkatkan ingatan kita dan rasa bersyukur terhadap kebesaran ciptaan Tuhan.

Memang, selain aktivitas yang dilakukan oleh manusia ada juga faktor alami yang terjadi dan dapat berpengaruh terhadap keanekaragaman hayati.

Namun, hal yang tentu dapat dikontrol adalah aktivitas dari manusia yang tidak sesuai dengan etika dan berdampak negatif. Kita harus menjadi individu yang peduli dan menghargai kenakeragaman hayati yang telah ada ini.

Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup: Pengertian, Tujuan, Tahapan, Sistem Binomial

Tinggalkan komentar