Klasifikasi Makhluk Hidup: Pengertian, Tujuan, Tahapan, Sistem Binomial

Makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan di dunia ini sangatlah banyak dan beragam sehingga klasifikasi atau pengelompokan diperlukan agar lebih mudah dalam memahami karakteristik makhluk hidup tersebut.

Tentunya jika sudah terklasifikasi, maka kamu akan semakin mudah dalam belajar jenis-jenis makhluk hidup yang ada di lingkungan sekitar karena setiap lingkungan tentu terisi makhluk hidup.

Klasifikasi makhluk hidup bertujuan untuk mempermudah dalam belajar dan mengenali makhluk hidup secara lebih spesifik dan sistematis.

Nantinya hasil dari proses klasifikasi akan membentuk sistem klasifikasi. Untuk cabang ilmu biologi sendiri, klasifikasi makhluk hidup berupa taksonomi. Hierarki taksonomi ini juga dahulunya terus mengalami perubahan sampai bisa lengkap seperti saat ini.

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

klasifikasi makhluk hidup aves
Source: pexels.com

Kata klasifikasi makhluk hidup mungkin sangat lumrah di telinga kita, namun jarang ada yang mengetahui secara pasti apa itu klasifikasi makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup adalah proses menggolong-golongkan atau menyusun secara tersistem dan lengkap dalam kelompok makhluk hidup menurut kaidah, jenis dan standar yang sudah ditetapkan oleh para peneliti dan ilmuwan.

Salah satu ilmuwan yang mengungkapkan klasifikasi makhluk hidup adalah R.H Whittaker, ia adalah seorang ahli ekologi berkebangsaan Amerika sekaligus orang yang pertama kali memperkenalkan 5 Kingdom taksonomi organisme. Karya Whittaker sampai saat ini masih digunakan sebagai acuan dalam klasifikasi makhluk hidup dan terus mengalami perkembangan seiring dengan berjalannya waktu.

Dalam ilmu biologi, klasifikasi dilakukan mulai dari kelompok atau golongan yang tertinggi atau memiliki ciri fisik umum seperti misalnya hewan dan tumbuhan, di dalam hewan dan tumbuhan itu sendiri, terdapar jenis atau spesies yang lebih mengerucut dari hanya sekedar hewan dan tumbuhan. Agar lebih mudah memahami klasifikasi, biasanya akan lebih mudah jika dipelajari beserta gambarnya.

Baca Juga: Keanekaragaman Hayati : Pengertian, Tingkat, Indonesia, Pengaruh Manusia

Tujuan dari Klasifikasi Makhluk Hidup

klasifikasi makhluk hidup hewan
Source: pexels.com

Segala sesuatu tercipta di dunia ini tentu memiliki tujuan dan tidak ada sesuatupun yang tercipta sia-sia tanpa tujuan dan manfaat. Begitu pula akal manusia dalam mengklasifikasi makhluk hidup tentu klasifikasi makhluk hidup bertujuan untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan berperan penting bagi keberlangsungan ilmu yang tidak bertepi dan selalu muncul seperti mata air yang tiada habisnya.

Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup antara lain :

  • Menyederhanakan atau men-spesifikasi-kan objek berupa makhluk hidup agar lebih mudah dipelajari. Misalnya hewan ada yang mamalia, serangga, melata, primate. Contoh hewan mamalia seperti kucing, sapi, kambing dan sebagainya.
  • Agar makhluk hidup lebih mudah didekripsikan dan dibedakan tiap jenisnya melalui ciri-ciri yang mudah diidentifikasi dan dikenali.
  • Makhluk hidup dapat dikelompokkan sesuai dengan ciri fisik yang sama.
  • Guna mengetahui hubungan anatara makhluk hidup yang memiliki persamaan fisik serta memahami sejarah dan ilmu evolusi makhluk hidup dari ciri fisik tersebut.
    Manfaat klasifikasi makhluk hidup
  • Memudahkan manusia dalam mempelajari dan memahami makhluk hidup dan organisme di dunia ini yang sangat beragam.
  • Sebagai panduan atau acuan dalam mempelajari atau menelusuri hubungan kekerabatan antara makhluk hidup yang memiliki ciri fisik yang mirip.
  • Sebagai panduan dalam memahami evolusi makhluk hidup.

Tahapan Klasifikasi Makhluk Hidup

klasifikasi makhluk hidup bertujuan untuk
Source: pexels.com

Segala sesuatu yang terjadi tentu melalui tahap atau proses yang mana pada tahapan inilah suatu fenomena dapat diamati dengan mudah, terutama fenomena alam.

Termasuk klasifikasi makhluk hidup juga tentunya melalui tahapan tertentu agar hasil akhir sempurna, sistematis dan dapat diterima oleh akal. Tahap klasifikasi pada makhluk hidup inilah disebut Taksonomi yang terdiri dari 5 Kingdom.

1. Pengamatan sifat

Pengamatan sifat atau pencandraan sifat pada makhluk hidup adalah proses mengamati, meneliti, atau mengindra karakterstik dan sifat dari makhluk hidup. Proses pengamatan sifat merupakan hal yang pertama dilakukan ketika hendak mengklasifikasi makhluk hidup. Dalam pengamatan sifat, hal yang diamati meliputi fisiologi, morfologi, anatomi, perilaku dan kromosom makhluk hidup.

2. Pengelompokan berdasarkan ciri

Selanjutnya setelah meneliti dan mengamati ciri makhluk hidup menggunakan alat indera, selanjutnya mengelompokkan berdasarkan ciri yang sama. Artinya apabila suatu makhluk dengan makhluk yang lainnya memiliki ciri yang dominan, maka sudah bisa di kategorikan satu Kingdom. Begitu seterusnya sampai klasifikasi terkecil atau terperinci yaitu spesies.

3. Pemberian nama makhluk hidup

Pemberian nama atau penamaan ini dilakukan bertujuan untuk memudahkan kita dalam mengidentifikasi karakteristik makhluk hidup yang sekelompok atau sejenis. Pemberian nama pada klasifikasi makhluk hidup memiliki aturan yaitu menggunakan tata nama Binomial Nomenklatur. Pemberian nama ini merupakan kaidah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan dan para ahli biologi.

Baca Juga: Keanekaragaman Ekosistem : Pengertian, Faktor, dan Contoh Lengkap!

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

klasifikasi makhluk hidup smp
Source: pexels.com

Sistem unsur yang saling terkait yang mana dalam mengklasifikasikan makhluk hidup, sistem merupakan hal yang sangat penting. Dengan adanya sistem, maka pembaca dapat memahami urutan makhluk hidup secara berkaitan dan terstruktur.

Adanya sistem klasifikasi juga menghasilkan urutan yang totalitas dan optimal hingga mudah ditelusuri jejak kehidupan atau sejarah makhluk hidup terdahulunya.

1. Berdasarkan Kriteria yang Digunakan

a) Klasifikasi sistem alami

Klasifikasi sistem alami dikemukakan oleh Aristoteles

Klasifikasi sistem alami merupakan cara pengelompokan makhluk hidup berdasarkan 3 ciri sebagai rujukan utama yaitu fisiologi, morfologi dan anatomi.

Aristoteles merupakan salah satu ilmuwan yang menganut klasifikasi sistem alami. Klasifikasi ini relatif stabil dan tidak terpengaruh ilmu lain serta lebih mudah karena hanya mengandalkan mata telanjang karena yang diamati hanya lah ciri dari luar saja.

b) Klasifikasi sistem filogen

Klasifikasi sistem filogenik dikemukakan oleh Charles Darwin

Klasifikasi ini bisa dikatakan lebih rumit dar sistem sebelumnya karena sistem filogen berarti mengelompokkan makhluk hidup dengan cara mengamati sejarah evolusinya.

Sistem filogen dikemukakan oleh Charles Darwin yang terkenal dengan teori evolusinya. Sistem filagoni memilki kelebihan yaitu diketahuinya hubungan filogenik antar makhluk hidup atau organisme dalam suatu kelompok.

Baca Juga: Keanekaragaman Gen : Pengertian, Faktor, dan Contohnya Lengkap!

c) Klasifikasi sistem buatan

Klasifikasi sistem buatan dikemukakan oleh Carolus Linnaeus

Klasifikasi sistem buatan atau klasifikasi sistem artifisial merupakan sistem pengelompokan makhluk hidup berdasarkan pada persamaan ciri morfologi yang paling mudah diketahui hanya dengan cara dilihat saja.

Sistem ini dianut oleh Carolus Linnaeus dimana sistem ini dianggap kurang teratur dan kadang tidak disertai nama. Akan tetapi kemudahannya lebih mudah mengelompokkan menurut aturan sendiri.

2. Pengelompokan berdasarkan sistem Kingdom

a) Sistem 2 Kingdom

Sistem 2 Kingdom oleh Carolus Linnaeous (1735)

Sistem 2 Kingdom di cetuskan oleh Carolus Linnaeus pada tahun 1735. Carolus merupakan seorang ilmuwan Swedia dan di kenal sebagai bapak taksonomi modern. Sistem 2 Kingdom merupakan sistem yang paling utama dikenalkan. Sistem 2 Kingdom ini hanya terdiri dari Kingdom Plantae dan Animalia atau tumbuhan dan hewan yang mana pengelompokan ini merupakan paling universal.

b) Sistem 3 Kingdom

Sistem 3 kingdom oleh Philip August Heckel (1866)

sistem 3 Kingdom (Plantae, Animalia, Protista) ini dikenalkan oleh Ernst Heinrich Philip August Haeckel atau dikenal dengan nama Haeckel pada tahun 1866. Haeckle merupakan seorang ahli biologi, dokter, professor, filsuf sekaligus seniman berkebangsaan Jerman. Haeckel telah berjasa dalam menjelaskan dan menemukan ribuan spesies baru bahkan membuat peta pohon genealogi hubungan makhluk hidup.

c) Sistem 4 Kingdom

Sistem 4 kingdom oleh Herbert F. Copeland (1938)

Sistem klasifikasi 4 Kingdom diusulkan oleh Herbert F. Copeland pada tahun 1938. Copeland mengenalkan satu Kingdom baru yaitu Monera yang belum disebutkan oleh sistem 3 Kingdom. Bakkteria dan alga biru yang sebelumnya di klasifikasikan ke dalam Protista dipindahkan ke dalam Monera karena keduanya memiliki ciri yang sama, tetapi berbeda dari ciri pada organisme yang tergolong Protista.

d) Sistem 5 Kingdom

Sistem 5 kingdom oleh Whittaker (1969)

Sistem 5 Kingdom dikenalkan oleh Whittaker pada tahun 1969. Sistem 5 Kingdom ini sampai sekarang banyak digunakan untuk mengklasifikasi makhluk hidup. Sistem 5 Kingdom ini terdiri dari Plantae, Animalia, Protista, Monera, dan Fungi. Beberapa negara tetap menggunakan sistem 5 Kingdom Whittaker sebagai bahan ajaran meski telah ditemukan sistem Kingdom yang lebih modern.

e) Sistem 6 Kingdom

Sistem 6 kingdom oleh Woese (1977)

Tahun 1977, Woese mengemukakan sistem 6 Kingdom yang sekaligus merupakan klasifikasi terakhir yang dilakukan terhadap makhluk hidup. Sistem 6 Kingdom Woese ini terdiri dari Animalia, Plantae, Protista, Eubacteria, Archabacteria, dan Fungi. Faktor utama dalam klasifikasi ini adalah kemiripan generic, penampilan luar, dan perilaku. Amerika merupakan negara yang menganut sistem 6 Kingdom.

Sistem Klasifikasi Enam Kingdom

klasifikasi makhluk hidup ayam
Source: pexels.com

Sistem 6 Kingdom dikemukakan oleh Woese pada tahun 1977. Sebelumnya, Whittaker pada tahun 1969 telah mengemukakan 5 Kingdom yang kemudian di rombak lagi oleh Woese.

Sejarah klasifikasi makhluk hidup sendiri telah mengalami 5 kali perubahan dan penambahan Kingdom seiring dengan ditemukannya jenis makhluk hidup yang memiliki ciri fisik dominan yang sama.

1. Kingdom Eubacteria

Organisme yang tergolong ke dalam KingdomEubacteria ini merupakan makhluk hidup sel tunggal atau uniseluler dimana makhluk hidup tersebut memiliki sel prokariotik. Sel prokariotik merupakan sel sederhana yang tidak memiliki kapsul atau pelapis di bagian terluar sel atau sering disebut bagian dinding sel. Eubacteria terdiri dari berbagai bakteri yang ditemukan di lingkungan hidup.

2. Kingdom Archaebacteria

Organisme pada Kingdom Archaebacteria memiliki ciri dominan dengan kingdom Eubacteria, bahkan dahulunya Aeubacteria dan Archabacteria adalah satu Kingdom yang tergabung dalam Monera. Archabacteria terdiri dari bakteri-bakteri yang mampu bertahan di lingkungan yang lebih ekstrem. Beberapa jenis bakteri Archabacteria ini tidak mati di suhu beku atau pada suhu panas sekalipun.

3. Kingdom Protista

Jika Kingdom Eubacteria merupakan makhluk hidup yang memiliki sel Prokariotik, maka Kingdom Protista merupakan makhluk hidup yang memiliki sel Eukariotik. Potista tersusun dari satu dan lebih sel tetapi sel tersebut tidak berdiferensiasi. Sifat dari Kingdom Protista sendiri menyerupai antara sifat hewan pertama atau dikenal Protozoa ataupun tumbuhan seperti jamur.

Pengklasifikasian Protozoa sendiri berdasarkan pada sistem organ gerakannya yaitu Mastigophora/Flagellata, Cilliata/Inf usiora, Rhizopoda/Sarcodina, dan Sporozoa. Umumnya, Kingdom Protista ini masih sulit diamati oleh mata telanjang manusia dan memerlukan alat serta penelitian yang dibimbing oleh ahli dalam mengamati dan mengklasifikasikan makhluk hidup jenis Kingdom Protista.

4. Kingdom Fungi

Sama seperti Kingdom Protista, Kingdom Fungi juga terdiri drai organisme dengan sel Eukariotik heterof. Makhluk hidup dengan sel ini memiliki sistem metabolism yang cukup unik yaitu makanannya dicerna di luar tubuh lalu setelah itu molekul nutrisi diserap ke dalam sel-selnya.

Fungsi terdiri dari berbagai bentuk dan jenis yaitu khamir, ragi, atau kapang. Akan tetapi kita lebih mudah memahami fungsi sebagai jamur.

Kesulitan utama dalam mengenali anggota Kingdom Fungi adalah karena pergiliran keturunan Kingdom ini memiliki penampilan yang sangat berbeda. Oleh karena itu, Jamur sebagai salah satu makhluk hidup yang tergolong ke dalam Kingdom Fungi merupakan anggota yang paling mudah dikenali karena karakteristiknya yang cenderung mudah di indera oleh alat indera manusia.

Perkembangbiakan Fungi sendiri terdiri dari dua cara yaitu seksual dan aseksual. Seksual dengan cara dua jamur berbeda melebur atau berbaur kemudian membentuk zigot yang nantinya akan menjadi jamur baru yang berbeda dari induknya. Sedangkan perkembangbiakan aseksual dengan cara membentuk spora yang nantinya spora tersebut akan menjadi tunas atau fragmentasi.

5. Kingdom Plantae

Kingdom Plantae merupakan jenismakhluk hidup yang paling mudah dikenali dengan dominasi warna hijau. Warna hijau pada makhluk hidup anggota Kingdom Plantae disebabkan oleh kandungan klorofil atau pigmen berwarna hijau yang sekaligus berperan penting dalam proses penangkapan atau penyerapan energi dari matahari saat terjadinya fotosintesis.

Makhluk hidup anggota Kingdom Plantae ini umumnya bersifat autotroph atau menghasilkan makanannya sendiri. namun ada beberapa anggota Plantae yang masuk ke dalam pengecualian autotroph yaitu sejumlah tumbuhan parasit.

Sifat autotrof inilah yang membuat makhluk hidup anggota Kingdom Plantae selalu ditempatkan pada posisi pertama dalam hierarki rantai makanan.

6. Kingdom Animalia

Kingdom Animalia atau dikenal dengan hewan (bertulang belakang maupun yang tidak bertulang belakang) terdiri dari banyak sel yang masing-masingnya telah terdiferensiasi dan membentuk jaringan. Hewan termasuk makhluk hidup heteretrof karena tidak bisa menghasilkan makanannya sendiri akan tetapi memangsa makhluk hidup lain baik yang termasuk Kingdom Plantae ataupun Animalia sendiri.

Hewan memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut :

  1. Merupakan organisme eukariotik, heterofik (tidak menghasilkan makanan sendiri dan memasukkan makanan yang sudah jadi ke dalam tubuh melalui sistem pencernaan) dan multiseluler.
  2. Sel hewan tidak memiliki dinding sel di bagian luarnya yang berperang menyokong tubuh dengan kuat. Berbeda dengan Kingdom Fungi.
  3. Terdapat jaringan saraf dan jaringan otot yang merupakan dua jaringan yang berperan atas penghantaran implus dan pergerakan sehingga hewan dapat bergerak lebih aktif dibandingkan jenis makhluk hidup pada Kingdom lainnya.
  4. Memiliki alat pernapasan yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan habitatnya. Misalnya kucing bernapas menggunakan paru-paru sedangkan belalang bernapas menggunakan trakea meski keduanya termasuk ke dalam Kingdom Animalia.
  5. Mudah dikendalikan atau dimanfaatkan oleh manusia seperti untuk hewan ternak, di konsumsi, ataupun hewan peliharaan.

Tingkatan Takson

klasifikasi makhluk hidup brainly
Source: inirumahpintar.com

Tingkatan takson adalah pembagian atau pengelompokan makhluk hidup menjadi kelompok yang lebih kecil dengan cara menghilangkan atau mengeliminasi anggota yang berbeda dan mengelompokkan kembali ke tingkatan yang lebih kecil dengan ciri antar sesama anggota lebih detail. Tingkatan takson terendah yakni hanya terdiri dari satu jenis makhluk hidup saja.

Ilmu yang mempelajari tentang tingkatan takson ini disebut ilmu Taksonomi. Takson atau Taksa telah menjadi standarisasi pengelompokan atau klasifikasi makhluk hidup yang telah disepakati di seluruh dunia oleh para ilmuwan taksonomi dan biologi berdasarkan International Code of Botanical Nomenclature dan International Committee on Zoological Nomenclature.

Tingkatan takson dan contohnya terdiri dari : Life, Domain, Kingdom, Phylum (Tumbuhan) / Divisi (Hewan), Class, Order, Family, Genus, Spesies, dan Ras atau Varietas. Biasanya pada tingkatan terendah ini hanya terdiri dari satu jenis makhluk hidup atau organisme yang benar-benar berbeda dengan organisme lainnya.

Baca Juga: Keanekaragaman Hayati: 10+ Pengaruh Manusia (Positif dan Negatif)

Binomial Nomenclature / Tata Nama Ganda

makalah klasifikasi makhluk hidup pdf
Source: forestripedia.com

Ketika mempelajari klasifikasi makhluk hidup, tentu sering disebutkan istilah Binomial Nomenclature atau Tata Nama Ganda. Namun tidak semua orang memahami apakah sistem tata nama ganda itu.

Tata nama ganda atau binomial nomenclature adalah suatu cara atau aturan yang digunakan dalam pemberian nama ilmiah bagi makhluk hidup yang terdiri dari dua kata dalam bahasa latin.

Aturan penulisan nama ilmiah binomial nomenuclature ini tepertama kali dicetuskan oleh Carolus Linneaus yaitu seorang ilmuwan berkebangsaan Swedia.

Penulisan nama ilmiah ini memiliki kaidah yang mana sudah disepakati di dunia dan menjadi standar penulisan nama ilmiah yang digunakan oleh semua ilmuwan dalam memberikan nama terhadap makhluk hidup yang sudah di klasifikasikan.

Berikut aturan binomial nomenuclature yang benar :

  1. Terdiri dari dua kata yang keduanya merupakaN bahasa latin. Meski dibuat dalam bahasa asing lainnya, namun tetap nama tersebut dirubah ke dalam bahasa asing.
  2. Kata pertama harus terdiri dari nama Genus yang diikuti oleh kata kedua yang merupakan nama spesies.
  3. Kata pertama yaitu nama Genus di awal dengan huruf kapital atau huruf besar, kemudian nama spesies menggunakan huruf kecil.
  4. Penulisan nama ilmiah dapat menggunakan dua metode yaitu cetak tegak dan cetak miring. Apabila menggunakan cetak tegak, maka harus digaris bawahi atau underline terpisah antara setiap kata. Sedangkan jika menggunakan metode cetak miring maka tidak perlu digaris bawahi.
  5. Apabila nama spesies terdapat dua kata atau lebih, maka maka kata kedua dan seterusnya harus disatukan dengan tanda penghubung.
  6. Berdasarkan sistem tata nama ganda, aturan nama awal penemu ditulis menggunakan huruf kapital atau huruf besar dan tidak perlu digaris bawahi ataupun dicetak miring.

Cara Penulisan Sistem Tata Nama Ganda

klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri
Source: funkiskoket.com

Ketika mempelajari klasifikasi makhluk hidup, tentu sering disebutkan istilah Binomial Nomenclature atau Tata Nama Ganda. Namun tidak semua orang memahami apakah sistem tata nama ganda itu.

Tata nama ganda atau binomial nomenclature adalah suatu cara atau aturan yang digunakan dalam pemberian nama ilmiah bagi makhluk hidup yang terdiri dari dua kata dalam bahasa latin.

1. Divisi atau Phylum

Akhiran untuk phylum biasanya terdapat kata –phyta. Contohnya divisi Bryophyta (lumut) dan Spermatophyta (tumbuhan berbiji).

2. Classis (Kelas)

Penulisannya biasanya menggunakan akhiran –da ataupun -ae. Contoh kelas yang biasanya ditemui adalah Edoneae (tumbuhan berbiji tertutup). Contohnya : Divisi Bryophyta mempunyai klasifikasi  3 kelas yakni Anthocerotopsida (lumut tandak),  Hepacosida (lumut hati, Bryopsida (lumut daun).

3. Ordo (Bangsa)

Biasanya, nama pada Ordo berakhiran –ales. Contohnya : Malvales, Solanales, Rosales, dan Cucurbitales.

4. Familia (Suku)

Umumnya, Familia menggunakan akhiran –aceace. Contohnya : Rosaceacem Poaceace, Solanaceace, Cucurbitaceace, dan Malvaceace. Namun ada juga yang tidak menggunakan kata –aceace sebagai akhiran.

5. Genus (Marga)

Penulisan Genus ini memiliki kaidah yaitu menggunakan huruf kapital pada kata pertama dan menggunakan garis miring atau garis bawah (underline). Contohnya : Familia Poaceace terdiri dari Ordo Zea (jagung), Triticum (gandum) Oryza (Padi), dan Saccharum (tebu).

6. Species (Spesies atau Jenis)

Kaidah penulisan spesies terdiri dari 2 kata yakni kata pertama merupakan nama genusnya sedangkan kata kedua merupakan nama spesifiknya.

Contoh Binomial Nomenclature

klasifikasi makhluk hidup arthropoda
Source: slideplayer.com

Agar lebih mudah memahami penulisan penamaan binominal nomenclature, berikut contoh penamaan binominal nomenclature atau contoh sistem tata nama ganda pada setiap domain makhluk hidup (bisa menggunakan garis bawah ataupun italic (huruf miring).

1. Hewan

  • Passer domesticus
  • T. rex (Singkatan T. digunakan apabila disebutkan untuk pertama kalinya)
  • Corvus cf. splendens (cf. dipakai jika identifikasi nama belum jelas atau belum pasti)
  • Pavo muticus
  • Canis lupus
  • Clarias bathracus

2. Tumbuhan

  • Amaranthus retroflexus L. – “L.” adalah singkatan baku untuk “Linnaeus” yang merupakan penemunya.
  • Hyacinthoides italica (L.) Rothm. Awalnya dinamakan oleh Linnaeus oleh karenanya ada huruf L kapital di dalam kurung, kemudia Rithmaler memindahkan ke dalam genus yang berbeda sehingga terdapat nama Rothm di akhir.
  • Canis sp. (sp digunakan jika nama spesies tidak pelu dijelaskan)
  • Glycine soja
  • Amaranthus hibridus

3. Bakteri

  • E. coli (sama seperti singkatan T. pada T.rex)
  • Streptococcus pneumonia
  • Clostridium welchii
  • Mycobacterium leprae
  • Mycobacterium tuberculosis

Keberagaman makhluk hidup di dunia ini sangat unik dna menraik untuk dikaji lebih lanjut, manusia sebagai makhluk hidup satu-satunya yang memiliki akal dan logika menjadi satu-satunya jenis mkahluk hidup yang mampu berpikir.

Salah satunya memikirkan dan membuat tatanan atau klasifikasi makhluk hidup yang angta bermanfaat bagi ilmu pengetahuan yang tidak tergerus zaman.

Baca Juga: Keanekaragaman Hayati di Indonesia: Persebaran, Karakter, Contoh

Sudah paham kan generasi Z?

Salam milenial!

Sumber:

Anshori, Moch dan Djoko Martono. 2009. Biologi. Departemen Pendidikan Nasional

Tinggalkan komentar