Kingdom Monera : Adalah, Jenis, Ciri, Struktur, Klasifikasi, Contoh

Bagi kamu yang masih duduk di bangku SMA kelas X. Tentu saja mendengar kata ‘Kingdom Monera’, sudah tidak asing lagi bukan? Yap! Kingdom Monera yang merupakan materi biologi kelas X akan segera kami bahas, yuk simak!

Kingdom Monera berasal dari kata moneres dalam Bahasa Yunani yang artinya tunggal. Hal ini sesuai dengan salah satu ciri dari kingdom Monera yakni terdiri atas satu sel tunggal (uniseluler).

Pengertian Kingdom Monera

kingdom monera arti
Source: mazuharu.com

Kingdom Monera adalah satu-satunya kingdom dalam klasifikasi makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti sebagai pelindung dari materi genetik yang terdapat di dalam sel.

Walaupun tidak memiliki membran inti, materi genetik yang terdapat di dalam sel tidak tersebar secara acak, melainkan terpusat di dalam sel (nukleoid).

Mikroorganisme yang termasuk ke dalam kingdom ini tidak memiliki organel sel bermembran seperti mitokondria, kloroplas, retikulum endoplasma, badan golgi, dan lisosom. Secara umum, anggota dari kingdom ini disebut dengan bakteri.

Kelompok organisme utama yang termasuk ke dalam kingdom ini contohnya adalah Eubacteria dan Archaebacteria.

Anggota kingdom monera terdiri dari Eubacteria dan Archaebacteria

Kedua kelompok organisme tersebut (bakteri) termasuk ke dalam kingdom Monera karena bersel tunggal, bersifat prokariotik atau tidak memiliki membran inti, dan tidak memiliki organel bermembran.

Klasifikasi Kingdom Monera

Secara umum, kingdom ini terbagi menjadi dua kelompok utama yakni Eubacteria dan Archaebacteria.

Kedua kelompok tersebut merupakan organisme prokariotik, sedangkan organisme lain di luar kingdom Monera termasuk organisme eukariotik karena organisme tersebut memiliki membran inti.

Ciri kingdom monera secara umum adalah merupakan organisme prokariotik (tidak mempunyai membran inti)

Perbedaan mendasar mengenai organisme prokariotik dan eukariotik ditunjukkan oleh beberapa karakter yakni membran inti, organel sel bermembran, peptidoglikan pada dinding sel, RNA polimerase, asam amino inisiator sintesis protein, dan membran lemak bisa kamu lihat pada tabel dibawah ini!

Karakter Organisme Prokariotik Organisme Eukariotik
Eubacteria Archaebacteria
Membran inti Tidak ada Tidak ada Ada
Organel sel bermembran Tidak ada Tidak ada Ada
Peptidoglikan pada dinding sel Ada Tidak ada Tidak ada
RNA polimerase Satu macam Beberapa macam Beberapa macam
Asam amino inisiator sintesis protein Formil metionin Metionin Metionin
Membran lemak Rantai karbon tunggal Rantai karbon bercabang Rantai karbon tunggal

Organisme yang termasuk ke dalam kingdom monera secara umum merupakan organisme uniseluler dengan kemampuan reproduksi yang tinggi.

Oleh sebab itu, organisme dari kingdom ini memiliki kelimpahan yang tinggi di bumi. Seperti halnya bakteri Escherichia coli yang dapat bereproduksi dengan cara pembelahan biner kurang lebih setiap 20 menit sekali dan kisaran habitatnya yang cukup luas.

Bakteri dapat hidup diberbagai habitat dan situasi di bumi, walaupun bagi organisme lain keadaan tersebut tidak mendukung untuk hidup.

Habitat bakteri ini dapat mencakup daratan, lautan, gurun, tubuh organisme, bahkan kawah gunung berapi yang panas.

Selain di bumi, keberadaan sejenis bakteri ini diperkirakan hidup di planet lain seperti Mars yang dibuktikan dengan adanya fosil menyerupai bakteri di sebuah meteor dengan usia kurang lebih 3 miliyar tahun.

Kingdom Monera: Eubacteria

kingdom monera pdf
Source: sites.google.com

Eubacteria berasal dari kata eua rtinya sejati dan bacteria yang artinya bakteri.

Dalam kehidupan sehari-hari, Eubacteria merupakan sekelompok organisme yang lebih dikenal dengan istilah bakteri.

Bakteri berasal dari bahasa Yunani bakterion yang artinya batang kecil dan ditemukan untuk pertama kalinya oleh Anthony van Leeuwenhoek pada tahun 1684. Sejak saat itu, mikrobiologi sebagai cabang ilmu mengenai bakteri mulai berkembang dengan pesat.

1. Ukuran dan Bentuk Eubacteria

kingdom monera explanation
Source: thenativeantigencompany.com

Bakteri bersifat uniseluler sehingga tubuh bakteri hanya tersusun atas satu unit sel saja. Ukuran sel  bakteri ini bervariasi, mulai dari diameter 0,12 mikron hingga ratusan mikron (1 µm = 1/1.000 mm). Namun, pada umumnya rata-rata sel bakteri berukuran 1 – 5 mikron.

Mycoplasma merupakan contoh bakteri yang memiliki ukuran paling renik yakni 0,12 mikron. Sebaliknya, contoh bakteri berukuran 200 mikron adalah Thiomargarita. Bentuk dari sel bakteri dapat diamati menggunakan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.

Terdapat berbagai bentuk sel bakteri yakni,

  • kokus (bulat)
  • basil (batang), dan
  • spirila (spiral).

Selain bentuk dasar yang telah disebutkan, terdapat pula bentuk lainnya seperti,

  • kokobasil (antara bentuk bulat dan batang) contohnya pada bakteri Coxiella burneti
  • bentuk filamen (benang) contohnya pada Actinomycetes, dan bentuk koma (seperti tanda baca koma) pada Vibrio cholerae.

Secara umum, sel-sel bakteri di alam tidak hidup secara soliter, namun membentuk rangkaian lebih dari satu sel. Banyaknya rangkaian sel bakteri ditulis sebagai awalan sebelum menulis bentuk dari bakteri.

Rangkaian bakteri sebanyak dua sel ditulis dengan awalan diplo contohnya diplokokus, danempat sel dengan awalan tetra contohnya tetrabasil, sedangkan untuk rangkaian sel lebih dari empat ditulis dengan awalan strepto (rantai) contohnya streptobasil.

Rangkaian sel lainnya adalah sarkina apabila bakteri memiliki delapan rangkaian sel membentuk kubus dan stafilokokus apabila bakteri kokus memiliki lebih dari 4 sel membentuk rangkaian seperti buah anggur.

2. Struktur Eubacteria

kingdom monera bakteri jahat
Source: basicmedicalkey.com

Struktur sel bakteri pada umumnya disusun oleh struktur dasar sedangkan struktur tambahan hanya dimiliki oleh beberapa bakteri saja. Struktur dasar sel bakteri meliputi:

  1. dinding sel
  2. sitoplasma
  3. membran plasma
  4. DNA
  5. ribosom, dan
  6. granula penyimpanan.

Sedangkan struktur tambahan yang dimiliki bakteri tertentu adalah

  1. lapisan kapsul atau lendir
  2. pilus dan fimbria
  3. flagelum
  4. endospora
  5. vakuola gas, dan
  6. klorosom.

Struktur tambahan pada bakteri diperlukan untuk menunjang kehidupan bakteri tersebut dan membantu bakteri untuk bertahan di lingkungan yang tidak menguntungkan. Contohnya seperti peran kapsul dalam membantu perlekatan Streptococcus mutans pada permukaan gigi sehingga menyebabkan gigi berlubang.

Selain kapsul, beberapa struktur tambahan lain yang membantu kesintasan bakteri tertentu di alam yakni:

Pilus dan fimbria yang berperan dalam reproduksi bakteri melalui konjugasi, peran flagelum dalam motilitas bakteri, peran endospora untuk melindungi bakteri dari lingkungan ekstrim atau tidak adanya makanan, peran vakuola gas dalam membantu bakteri fotosintetik untuk mengapung di air sehingga mendapat asupan cahaya matahari, dan peran klorosom sebagai struktur di bawah membran plasma yang mengandung klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis.

Dari keseluruhan struktur tambahan yang telah disebutkan, peran flagelum dalam motilitas bakteri menjadi sangat penting diantara struktur tambahan lainnya.

Hal ini dikarenakan pada beberapa spesies bakteri terutama yang berada di lingkungan tidak menguntungkan, flagelum akan membantu bakteri tersebut untuk bergerak menuju ke lingkungan yang kondisinya lebih menguntungkan.

Berdasarkan jumlahnya, flagelum pada bakteri dibagi menjadi 4 jenis yakni,

  • monotrik apabila jumlahnya satu,
  • lofotrik apabila jumlahnya banyak namun hanya terdapat di satu sisi saja,
  • amfitrik jika flagelum tersebut jumlahnya banyak dan berada di kedua sisi bakteri, atau
  • peritrik jika flagelum tersebar di seluruh permukaan sel bakteri dan jumlahnya banyak.

3. Pengelompokan Eubacteria

kingdom monera lengkap
Source: cosmosmagazine.com

Seperti organisme lainnya, bakteri membutuhkan sumber makanan untuk bertahan hidup.

Berdasarkan cara memperoleh makanannya bakteri dibedakan menjadi dua kelompok, yakni bakteri autotrof dan bakteri heterotrof.

  • Bakteri autotrof merupakan bakteri yang mampu mensistesis makanannya sendiri menggunakan sumber energi cahaya (fotoautotrof) contohnya Thiocystis sp. atau menggunakan bahan kimia (kemoautotrof) contohnya Hygrogenobacter.

Proses perombakan makanan pada bakteri ada yang membutuhkan oksigen ataupun tidak.

Berdasarkan kebutuhannya terhadap oksigen, bakteri dibedakan menjadi dua kelompok, yakni bakteri aerob dan bakteri anaerob.

Bakteri aerob memerlukan oksigen bebas untuk memperoleh energi hasil perombakan makanan sedangkan bakteri anaerob tidak memerlukannya. Namun bakteri anaerob ini dibagi menjadi dua berdasarkan kerentanan terhadap keberadaan oksigen yakni anaerob fakultatif dan anaerob obligat.

Bakteri anaerob fakultatif dapat hidup jika ada oksigen maupun tidak terdapat oksigen sedangkan untuk bakteri anaerob obligat hanya dapat hidup jika tidak terdapat ada oksigen.

Contoh bakteri aerob adalah Nitrobacter sedangkan bakteri anaerob contohnya Clostridium tetani(anaerob obligat) dan Escherichia coli (anaerob fakultatif).

  • Bakteri heterotrof adalah bakteri yang tidak mampu mensintesis makanannya sendiri.

4. Klasifikasi Eubacteria

kingdom monera protista
Source: pixels.com

Eubacteria diklasifikasikan menjadi lima filum besar, yakni

  1. Protobacteria
  2. Cyanobacteria
  3. Chlamydias
  4. Spirochetes, dan
  5. bakteri Gram-Positif.

Proteobacteria merupakan filum bakteri dengan anggota paling banyak dibandingkan filum lainnya.

  • Bakteri yang termasuk ke dalam filum Protobacteria dikenal dengan istilah bakteri ungu. Contoh bakteri ungu adalah bakteri yang dikenal sehari-hari yakni E. coli, Salmonella, Rhizobium, dan Chromatium.
  • Filum Cyanobacteria lebih dikenal dengan istilah ganggang hijau-biru atau ganggang lendir. Berbeda dengan filum lainnya, keseluruhan anggota bakteri pada filum ini tidak memiliki alat gerak dan mampu berfotosintesis karena memiliki pigmen fikosianin. Contoh Cyanobacteria adalah Anabaena azollae.
  • Chlamydias merupakan filum bakteri dengan ukuran yang paling kecil yakni 0,2 – 1,5  µm. Bentuk anggota filum ini tidak beraturan dan perannya di alam biasanya adalah parasit. Contoh dari filum Chlamydias adalah Chlamydia psittaci penyebab infeksi mata.
  • Spirochetes merupakan filum bakteri berbentuk spiral dengan panjang 5 – 250 µm. Filamen aksial merupakan struktur unik yang dimiliki filum ini dan berfungsi untuk membuat gerakan berputar. Contoh dari filum Spirochetes adalah Treponema palidum penyebab penyakit sifilis atau raja singa.
  • Filum terakhir adalah bakteri Gram-Positif. Salah satu ciri khas dari bakteri gram positif adalah kemampuannya dalam membentuk endospora untuk bertahan dari lingkungan yang tidak menguntungkan. Contoh bakteri yang mampu membentuk endospora ini adalah Bacillus sp., dan Clostridium.

Kingdom Monera: Archaebacteria

archae kingdom monera
Source: jamestec.co.jp

Archaebacteria dalam bahasa Yunani archaio yang artinya kuno merupakan  kelompok bakteri primitif yang hidup di tempat ekstrim seperti lingkungan kehidupan awal di bumi.

Archaebacteria dapat hidup di suhu tinggi maupun suhu rendah, kadar garam tinggi maupun kadar garam rendah, dan pH sangat basa maupun sangat asam. Beberapa perbedaan signifikan antara Eubacteria dan Archaebacteria, menyebabkan keduanya dikelompokan secara terpisah.

1. Ukuran dan Bentuk Archaebacteria

kingdom monera bakteri archaebakteria
Source: jamestec.co.jp

Sama halnya dengan Eubcateria, ukuran dari Erchaebacteria pada umumnya mulai dari diameter ukuran 0,12 mikron hingga ratusan mikron (1 µm = 1/1.000 mm).

Bahkan pada penelitian terbaru, ditemukan pula Archaebacteria yang berukuran lebih kecil dari ukuran bakteri pada umumnya dan disebut sebagai ultramicrobacteria.

Bentuk Archaebacteria pun serupa dengan Eubacteria, yakni memiliki bentuk dasar:

  • kokus (bulat)
  • basil (batang)
  • spirila (spiral)

Oleh karena itu, pengamatan bakteri secara morfologi saja tidak dapat membedakan antara Eubacteria dan Archaebacteria karena keduanya memiliki bentuk serupa.

2. Struktur Archaebacteria

kingdom monera examples
Source: slideplayer.com

Pada umumnya, struktur dasar yang dimiliki oleh Archaebacteria sama dengan struktur dasar Eubacteria. Namun terdapat pula beberapa perbedaan penting dalam struktur kimiawi komponen sel Archaebacteria yang dikaitkan dengan kemampuannya hidup di habitat ekstrim.

Beberapa perbedaan tersebut adalah komponen pembentuk dinding sel Archaebateria bukan peptidoglikan melainkan Pseudomurein.

Alat gerak Archaebacteria adalah archaellum yang tersusun atas 3 komponen protein yang berbeda dengan flagellum, ikatan antara sisi hidrfobik (bukan asam lemak) dan gliserol pada Archaebacteria adalah ikatan eter bukan ester seperti pada Eubacteria.

3. Pengelompokan Archaebacteria

kingdom monera dan protista
Source: sciencesource.com

Archaebacteria merupakan satu-satunya kelompok bakteri yang mampu hidup di lingkungan ekstrim seperti lingkungan kehidupan awal di bumi.

Berdasarkan lingkungan hidupnya, Archaebacteria dibedakan menjadi bakteri metanogen, bakteri halofil, dan bakteri termoasidofil.

  • Bakteri metanogen merupakan bakteri yang mampu menghasilkan metana dari gas hidrogen dan CO2 atau asam asetat. Contoh dari bakteri metanogen adalah Methanobacterium.
  • Bakteri halofil merupakan bakteri yang dapat hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Contoh bakteri halofil adalah Halobacterium. Bakteri termoasidofil merupakan bakteri yang mampu hidup di lingkungan yang panas dan asam. Kondisi optimal bagi bakteri ini untuk hidup ada di suhu 60-80°C dengan pH 2-4. Contoh bakteri termoasidofil adalah Sulfolobus dan Thermoplasma.

Reproduksi Kingdom Monera

Sama halnya dengan organisme lain, reproduksi bakteri dibagi menjadi dua yakni reproduksi secara seksual maupun aseksual.

Reproduksi seksual pada bakteri menyebabkan pertukaran materi genetik secara horizontal dari satu bakteri ke bakteri lainnya sehingga terjadi rekombinasi pada DNA bakteri.

Reproduksi seksual bakteri meliputi konjugasi, transformasi, dan transduksi.

Sedangkan reproduksi aseksual pada bakteri tidak akan menghasilkan rekombinasi pada DNA bakteri karena tidak adanya pertukaran materi genetik dengan bakteri lainnya. Pembelahan biner merupakan contoh dari reproduksi bakteri secara aseksual.

Baca Juga: Reproduksi Bakteri : Seksual dan Aseksual (GAMBAR LENGKAP)

1. Pembelahan Biner

kingdom monera penjelasan
Source: thekingslau.blogspot.com

Secara umum, bakteri bereproduksi secara aseksual yakni dengan cara pembelahan biner. Pembelahan bakteri disebut dengan pembelahan biner dikarenakan terjadi pembelahan dari satu sel  menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, delapan sel menjadi enam belas sel, begitu seterusnya.

Rata-rata waktu yang dibutuhkan bakteri untuk membelah di lingkungan yang sesuai adalah 20 menit.

2. Konjugasi

kingdom monera beserta gambar
Source: pngdownload.id

Konjugasi merupakan pemindahan materi genetik secara langsung dari satu bakteri ke bakteri lainnya melalui struktur seperti jembatan yang disebut pilus. Konjugasi biasa terjadi pada dua bakteri yang saling berdekatan.

3. Transformasi

kingdom monera dibagi menjadi 2 yaitu
Source: slideplayer.info

Transformasi merupakan proses masuknya DNA telanjang ke dalam sel bakteri sehingga menyebabkan perubahan pada sifat bakteri. Perubahan sifat pada bakteri ini dikarenakan terjadinya rekombinasi DNA bakteri awal dengan DNA telanjang.

4. Transduksi

kingdom monera ciri utama
Source: brainly.co.id

Transduksi merupakan pemindahan materi genetik suatu sel bakteri ke bakteri lainnya melalui perantara virus yang menginfeksi bakteri (bakteriofage). Dalam reproduksi virus, tahapan untuk melakukan rekombinasi DNA yang di bawa virus dengan DNA bakteri adalah pada siklus lisogenik.

Baca Juga: Virus: Adalah, Sejarah, Ciri, Struktur, dan Perkembangbiakannya

Peranan Kingdom Monera Pada Manusia

contoh kingdom monera adalah
Source: doktersehat.com

Dalam kehidupan sehari-hari, anggota dari kingdom Monera ada yang bersifat menguntungkan maupun merugikan untuk manusia.

1. Peran bakteri yang menguntungkan

Beberapa bakteri yang memiliki peran menguntungkan adalah Lactobacillus, Acetobacter, dan Streptococcus thermophillus  yang mampu membuat makanan dan minuman hasil fermentasi, Rhizobium dan Azotobacter yang berperan dalam fiksasi nitrogen, Methanobacterium yang berperan sebagai penghasil biogas karena dapat membusukan sampah dan kotoran hewan, dan lain sebagainya.

2. Peran bakteri yang merugikan

Sedangkan beberapa contoh bakteri yang bersifat merugikan adalah bakteri penyebab penyakit pada manusia seperti Mycobacterium tuberculosis sebagai penyebab penyakit TBC, Clostridium tetani sebagai penyebab penyakit tetanus, Vibrio cholerae sebagai penyebab penyakit kolera, Streptococcus mutans sebagai penyebab karies pada gigi.

Selain menyebabkan penyakit pada manusia, beberapa bakteri berikut bersifat merugikan pula karena menyerang ternak dan tanaman budidaya, contohnya Bacillus anthracis sebagai penyebab penyakit antraks pada sapi dan Agrobacterium tumifaciens sebagai penyebab tumor pada tanaman.

Beberapa penjelasan mengenai Kingdom Monera diatas tentunya harus kamu pahami, tidak hanya menghafal secara lisan saja, kamu juga harus mempelajari gambar-gambar yang terkait dengan kingdom monera agar semakin paham dan ingat.

Kamu juga bisa mendownload kingdom monera pdf agar lebih mudah untuk mempelajarinya di rumah tanpa membuka internet.

Salam milenial!

Tinggalkan komentar