Keanekaragaman Hayati : Pengertian, Tingkat, Indonesia, Pengaruh Manusia

Salah satu materi yang akan dibahas pada mata pelajaran biologi untuk kelas 10 setelah pengertian biologi dan ruang lingkupnya adalah mengenai keanekaragaman hayati.

Pada bab ini Kamu akan mempelajari mengenai pengertian dari keanekaragaman hayati, keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia, dan pengaruh dari aktivitas yang dilakukan manusia terhadap keanekaragaman hayati.

Keanakaragaman hayati ini sangat penting untuk dipelajari, karena dalam materi ini Kamu akan mempelajari mengenai keberadaan makhluk hidup yang ternyata sangat beragam dan untuk menghargai kehidupan makhluk hidup lainnya.

Ada terdapat banyak nilai yang dapat Kamu pelajari dan terapkan saat belajar mengenai keanekaragaman hayati.

Pengertian Keanekaragaman Hayati

keanekaragaman hayati beserta tingkatannya
Source: phys.org

Banyaknya organisme yang ada di bumi ini, tidak terdapat sepasang organisme yang benar-benar mirip atau sama untuk setiap halnya.

Kenyataan itu menunjukkan bahwa di dunia alam raya ini, kita dapat menemui keanekaragaman makhluk hidup atau istilah lainnya disebut sebagai keanekaragaman hayati.

Keanekaragaman hayati adalahkeanekaragaman individu atau organisme yang memperlihatkan totalitas atau keseluruhan dari variasi gen, jenis, serta ekosistem di suatu daerah.

Totalitas gen, jenis, serta ekosistem adalah dasar kehidupan yang ada di bumi. Bayangkan, berapa banyak keanekaragaman hayati yang ada di Indonesiaapalagi di dunia.

Mengingat lagi mengenai pentingnyakeanekaragaman hayati untuk kehidupan, maka sudah seharusnya keanekaragaman hayati dilestarikan dan dipelajari.

Saat ini, perubahan lingkungan terjadi dengan cepat yang dapat menyebabkan kepunahan pada makhluk hidup. Karena itu, Kita harus menjaga kelestarian untuk mempertahankan keanekaragaman hayati.

Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman makhluk hidup atau keanekaragaman hayati termasuk dengan berbagai perbedaan atau variasi bentuk yang ada, jumlah, penampilan, dan macam sifat yang terlihat di berbagai tingkatan, perbedaan terlihat mulai dari tingkat gen, spesies, maupun ekosistem.

Karena hal ini, pakar ahli membedakan keanekaragaman hayati dalam tiga tingkatan yang berbeda.

Tingkatan tersebut meliputi keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, serta keanekaragaman ekosistem.

1. Keanekaragaman Gen

keanekaragaman hayati pdf
Source: blog.practichaletics.ox.ac.uk

Keanekaragaman genetikatau biodiversitas pada tingkat gen mengakibatkan variasi antar individu pada suatu spesies.

Contoh dari keanekaragaman tingkat genmisalnya pada pisang (Musa paradisiaca), varietas dari tumbuhan pisang ini ada bermacam jenis, seperti yang kita kenal pisang kepok, pisang ambon, pisang susu, pisang raja, dan spesies pisang lain sebagainya.

Selain itu, setiap organisme itu memiliki banyak sekali gen, apabila terjadi persilangan atau perkawinan antar individu yang memiliki karakter yang berbeda, maka juga akan menghasilkan sebuah keturunan yang memiliki lebih banyak variasi.

Hal tersebut dikarenakan pada saat terjadi persilangan akan terjadi penggabungan gen melalui sel kelamin yang menyebabkan keanekaragaman di tingkat gen akan semakin tinggi.

Gen atau nama lainnya plasma nutfah merupakan substansi kimia yang dapat menentukan sifat yang diturunkan yang terdapat dalam lokus kromosom.

Setiap organisme makhluk hidup memiliki kromosom yang tersusun dari benang-benang yang membawa sifat keturunan di dalam inti dari sel.

Karena hal tersebut, individu yang hidup di permukaan bumi ini memiliki kerangka dasar dari komponen sifat turunan yang sama.

Kerangka dasar itu tersusun dari banyak faktor mungkin jutaan faktor menurun yang menata cara penurunan sifat individu.

Seiring perkembangan, faktor penentu juga tidak cuma terdapat dalam gen, tetapi juga terdapat faktor lainnya yang dapat berpengaruh dalam keanekaragaman hayati adalah faktor lingkungan.

Dua organisme yang mempunyai urutan dan struktur gen yang serupa, belum tentu mempunyai bentuk yang sama juga, karena lingkungan dapat memengaruhi bentuk atau penampakan (fenotipe).

Masih terdapat banyak lagi keanekaragaman gen dan contohnya, misalnya pada hewan.

Baca Juga: Keanekaragaman Gen : Pengertian, Faktor, dan Contohnya Lengkap!

2. Keanekaragaman Jenis

keanekaragaman hayati dan ekologi
Source: nrdc.org

Jenis atau yang lebih dikenal sebagai spesies memiliki arti individu yang memiliki persamaan dalam anatomis, morfologis, fisiologis dan dapat saling kawin dengan sesama atau inter hibridasi yang akan menghasilkan keturunan untuk melanjutkan generasi individu tersebut.

Keanekaragaman jenis atau spesies memperlihatkan bahwa seluruh variasi yang ada pada makhluk hidup antar spesies, sehingga terdapat keanekaragaman jenis hewandan keanekaragaman jenis tumbuhan.

Perbedaan antar jenis individu di dalam satu keluarga ini lebih terlihat sehingga menjadi lebih mudah untuk diamati dibandingkan perbedaan antar individu di dalam satu spesies.

Keanekaragaman jenis dan contohnyapada famili Phasianidae yang merupakan suku unggas tanah, seperti ayamhutan, burungpuyuh, ayamhutan hias, dan merak yang hidup dalam ekosistemyang sama yaitu ekosistem darat.

3. Keanekaragaman Ekosistem

keanekaragaman hayati ada 3
Source: nationalgeographic.org

Ekosistem bisa dijelaskan sebagai suatu interaksi atau hubungan timbal balik diantara makhluk hidup satu dengan makhluk hidup yang lain serta makhluk hidup dan lingkungannya. Keanekaragaman ekosistem adalahbanyaknya variasi dari ekosistem yang ada di permukaan bumi.

Setiap makhluk hidup yang ada akan berkembang dan tumbuh di lingkungan yang sesuai.

Di suatu lingkungan, lingkungan tersebut tidak hanya ditinggali oleh hanya satu jenis makhluk hidup, melainkan juga dihuni oleh banyak jenis makhluk hidup lainnya yang sesuai dengan lingkungan tersebut.

Karena itu, dalam suatu lingkungan akan ada berbagai makhluk hidup yang lain jenis yang dapat hidup secara berdampingan dengan aman dan damai.

Berbagai makhluk hidup tersebut seperti menyatu dengan lingkungan tempat tinggalnya tersebut. Di lingkungan yang sesuai tersebut, setiap makhluk hidup dibentuk oleh lingkungan tempat tinggalnya.

Begitupun sebaliknya bahwa makhluk hidup yang terbentuk dalam lingkungan akan membentuk lingkungannya itu. Sehingga, antara lingkungan dan makhluk hidup akan terdapat sebuah interaksi dinamis.

Faktor keanekaragaman ekosistem adalah faktor biotik dan faktor abiotik.

Adanya perbedaan pada komponen abiotik atau tidak hidup dalam suatu daerah, akan menyebabkan komponen biotik atau makhluk hidup yang bisa beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya berbeda-beda.

Sehingga, permukaan bumi yang memiliki komponen abiotik yang tinggi variasi akan menciptakan keanekaragaman dalam ekosistem.

Keanekaragaman ekosistem dan contohnyayaitu didaratmisalnya, hutan gugur, hutan hujan tropis, padang lumut, padang rumput, gurun pasir, dan perairan seperti laut, air tawar, pantai, air payau, dan jenis ekosistem lainnya.

Keanekaragaman ekosistem terbentuk karena adanyakomponen abiotik dan biotik pada berbagai daerah memiliki kualitas dan kuantitas komponen yang bervariasi.

Antar komponen dalam ekosistem hidup bersama tanpa saling mengusik, dan jika terjadi gangguan atau kepunahan salah satu komponen maka akan mengakibatkan kelangsungan hidup individu yang lain terganggu. Pada setiap ekosistem akan terjadi proses-proses yang saling berkaitan.

Contoh proses tersebut adalah produktivitas, pengambilan makanan, daur materi atau zat, dan perpindahan energi. Keanekaragaman ekosistem dipengaruhi olehbanyak faktor, misalnya pada ekosistem pantaiyang dipengaruhi oleh siklus air laut.

Contoh dari keanekaragaman hayati pada tingkat ekosistem adalah pohon aren yang hidup di daerah pegunungan, pohon pinang dan palem yang banyak tumbuh di dataran rendah, serta pohon kelapa yang banyak tumbuh dengan baik di daerah pantai.

Kamu bisa melihat gambar mengenai persebaran ekosistem yang ada di Indonesia di buku ataupun internet.

Baca Juga: Keanekaragaman Ekosistem : Pengertian, Faktor, dan Contoh Lengkap!

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

keanekaragaman hayati contohnya
Source: tourfrombali.com

Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah dengan iklim tropis dan memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai temperatur udara yang cukup tinggi, tanah subur karena pelapukan batuan, dan curah hujan yang juga cukup tinggi. Indonesia memiliki kekayaan flora dan fauna yang sangat banyak jumlahnya. Indonesia merupakan negara dengan jumlah keragaman fauna yang tinggi jika dibandingkan dengan negara lainnya.

Mengapa keanekaragaman hayati di indonesia tergolong sangat tinggi?

Penyebab utama tingginya keanekaragaman hayatidi Indonesia adalah karena Indonesia merupakan salah satu dari negara yang memiliki hutan hujan dan gunung api paling banyak yang ada di dunia.

Hal tersebut menjadikan ekosistem yang ada di Indonesia sangat beragam dan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.

Letak Indonesia juga menyebabkan beragamnya jenis fauna dan flora yang terdapat di Indonesia.

Indonesia terletak diantara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta juga diapit oleh dua samudera, Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, hal ini mengakibatkan Indonesia memiliki lokasi yang strategis yang membuat keanekaragaman hayati di Indonesia ini dapat digolongkan sangat tinggi.

Contoh dari banyaknya keanekaragaman hayati hewan di Indonesia bisa digolongkan ke dalam tiga wilayah yaitu wilayah oriental, Australia, dan peralihan.

Baca Juga: Keanekaragaman Hayati di Indonesia: Persebaran, Karakter, Contoh

Keunikan Keanekaragaman Hayati di Indonesia

keanekaragaman hayati bakteri
Source: brinknews.com

Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis dengan dilalui garis khatulistiwa. Hal ini mengakibatkan Indonesia mempunyai curah hujan yang terbilang cukup tinggi.

Hal lainnya adalah Indonesia memiliki gugusan dari gunung api yang cukup panjang, sehingga rata-rata tanah yang ada di Indonesia merupakan tanah yang subur akibat dari vulkanisme.

Sebagai negara yang memiliki tanah yang subur dan tingkat curah hujan yang tinggi, terdapat banyak jenis fauna dan flora di Indonesia.

Jenis fauna dan flora yang ada di Indonesia ini tersebar ke beberapa daerah dan memiliki banyak macam keunikan keanekaragaman makhluk hidup yang berbeda-beda.

Persebaran dari fauna dan flora ini terbagi berdasarkan wilayah-wilayah yang terdapat di Indonesia. Misalnya persebaran hutan yang ada di Indonesia ini terbagi berdasarkan jenis tanaman yang ada di hutan tersebut, hutan hujan tropis, hutan musim, sabana, dan stepa.

Contoh dari keanekaragaman hayati di Indonesia yang menempati hutan hujan tropis yaitu pohon damar, pohon meranti, pohon rotan, dan pohon kamper.

Manfaat yang dapat diambil dari keanekaragaman hayati tersebut seperti Indonesia memiliki banyak sumber kebutuhan pangan, obat-obatan, sandang, bahan bangunan, dan oksigen yang berasal dari banyaknya tanaman di Indonesia.

Hewan dan Tumbuhan Langka di Indonesia

keanekaragaman hayati adalah
Source: flickr.com

Ada beberapa flora dan fauna endemikkhas Indonesia yang saat ini sudah langkadan perlu dilestarikan agar tidak mengalami kepunahan.

Materi mengenai keanekaragaman hayati ini bisa Kamu dapatkan saat SMA Kelas 10, tentu saja materi ini akan membuat Kamu ingin dan berusaha untuk dapat melestarikan keanekaragaman hayati yang ada agar tidak punah.

Nama Hewan/Tumbuhan Langka Asal di Indonesia
Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) Terdapat di hutan di bagian barat Pulau Bali
Anoa (Bubalus quarlesi) Terdapat di Provinsi Sulawesi Tenggara
Burung Maleo (Macrocephalon maleo) Terdapat di Pulau Sulawesi
Tapir (Tapirus indicus) Terdapat di Pulau SumatBAdak bercula ra
Cendrawasih (Paradisaea minor) Terdapat di Papua
Penyu Hijau (Chelonia mydas) Terdapat di Pualu Bali, Sulawesi, dan Jawa
Komodo (Varanus komodoensis) Terdapat di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur
Macan Kumbang (Panthera pardus) Terdapat d Pulau Sumatra dan Jawa
Gajah (Elephas maximus) Terdapat di Pulau Kalimantan dan Sumatra
Badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) Terdapat di Ujung Kulon
Rafflesia arnoldi Terdapat di Pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan
Matoa (Pometia pinnata) Terdapat di daerah Papua
Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum) Terdapat di Hutan Sumatra
Kantong Semar (Nepenthes cliepata) Paling banyak terdapat di Pulau Kalimantan
Anggrek Tebu (Grammatophllum speciosum) Tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, dan Papua
Cendana (Santalum album) Terdapat di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur
Bayur (Pterospermum javanicum) Terdapat di Kalimantan Timur
Damar (Agathis dammara) Terdapat di Jawa, Sulawesi, dan Maluku
Pohon Ulin atau Kayu besi (Eusideroxylon e. Zwageri) Terdapat di Jambi, Pulau Sumatra
Meranti (Shorea sp) Terdapat di hutan Pulau Kalimantan

Pengaruh Manusia Terhadap Keanekaragaman Hayati

Dalem kehidupan sehari-hari, dalam tujuan untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia tidak dapat terlepas dari alam. Alam memberikan banyak manfaat dan hasil bumi yang bisa digunakan untuk kehidupan manusia.

Aktivitas yang dilakukan manusia tentu saja memiliki peranan penting untuk keadaan dari keanekaragaman hayati yang ada di muka bumi.

1. Pengaruh Positif

keanekaragaman hayati burung
Source: rimbakita.com

a. Pelestarian keanekaragaman hayati

Manusia yang peduli dengan lingkungan akan selalu berusaha untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang telah ada. Pelestarian ini sangat berhubungan dengan flora dan fauna langka dan hampir punah, sehingga dilakukan kegiatan pelestarian.

Aktivitas manusia yang dilakukan dengan tujuan untuk melestarikan keanekaragaman flora dan fauna antara lain dengan cara pembiakan in situ dan pembiakan ex situ.

Pembiakan in situ merupakan kegiatan pembiakan yang dilakukan di habitat atau tempat tinggal dan tumbuh dari tumbuhan atau binatang yang hampir punah dan ingin dilestarikan.

Sementara itu, pembiakan ex situ merupakan kegiatan pembiakan yang dilakukan di luar habitat atau tempat asli binatang atau tumbuhan yang akan dilestarikan itu.

Pembiakan secara ex situ ini memerlukan orang yang ahli dalam bidangnya, sehingga proses pengembangbiakan dapat berhasil dan tidak akan menimbulkan efek yang negatif.

Kedua aktivitas ini dilakukan dengan cara yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama yaitu untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang hampir punah agar tetap hidup.

b. Reboisasi atau Penghijauan

Penghijauan merupakan usaha penanaman pohon-pohon di area yang belum banyak terdapat pepohonan. Hal ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena pohon sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia.

Pohon adalah makhluk hidup sangat bermanfaat karena dapat memberikan oksigen untuk kehidupan makhluk hidup lainnya.

Banyak tempat yang cocok untuk dilakukan penghijauan, misalnya taman kota ataupun di area perkotaan yang sudah banyak terpapar oleh polusi.

Karena kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif, kegiatan penghijauan ini sering dijadikan suatu kegiatan kemasyarakatan atau kelompok sosial.

c. Pembuatan taman hijau kota

Taman hijau di tengah kota atau yang bisa disebut dengan taman kota akan sangat bermanfaat keberadaannya untuk masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan tersebut.

Taman kota merupakan tempat terdapatnya banyak pohon yang bisa menyumbang banyak oksigen di tengah-tengah keberadaan gedung-gedung di daerah perkotaan.

2. Pengaruh Negatif

keanekaragaman hayati biologi
Source: beritagar.id

a. Illegal logging atau Penebangan hutan hidup secara liar

Eksploitasi hutan secara liar merupakan kegiatan yang sangat merugikan dan hal ini masih banyak dijumpai di Indonesia.

Penebangan hutan sering kali dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab terutama pada hutan yang berada di Pulau Kalimantan dan Sumatra.

Tujuan dari penebangan hutan secara ilegal ini biasanya adalah untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Hal ini sangat dikecam mengingat hutan merupakan penghasil oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya.

b. Pencemaran lingkungan (polusi)

Pencemaran lingkungan adalah aktivitas yang dapat menurunkan keanekaragaman hayati. Pencemaran ini meliputi banyak hal seperti pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran udara.

Polusi atau pencemaran ini yang akan membuat binatang dan tumbuhan dapat punah. Pencemaran ini dilakukan manusia secara sengaja atau tidak sengaja, tapi kebanyakan hal disebabkan karena ketidaktahuan dan ketidakpedulian manusia.

c. Eksploitasi habitat

Perusakan habitat flora dan fauna terutama dilakukan di hutan-hutan besar, seperti hutan yang ada di Kalimantan. Perusakan hutan ini dilakukan manusia untuk mengambil sumber daya alam yang terdalam di dalam hutan, karena biasanya terdapat sumber daya alam yang berharga.

Namun, hutan juga merupakan habitat untuk berbagai macam tumbuhan dan binatang, sehingga apabila terjadi perusakan hutan akan memusnahkan binatang dan tumbuhan yang tinggal di hutan tersebut.

Materi mengenai keanekaragaman hayati ini membuat sadar bahwa manusia bukanlah satu-satunya makhluk hidup yang ada di bumi, terdapat keanekaragaman hayati lainnya yang juga hidup dan perlu dilestarikan agar tidak punah.

Aktivitas manusia akan sangat berpengaruh untuk lingkungan, sehingga manusia perlu bijak dalam melakukan dan membuat kebijakan.

Salam milenial!

Referensi:

Anshori, Moch dan Djoko Martono. 2009. Biologi. Departemen Pendidikan Nasional

Tinggalkan komentar