Keanekaragaman Hayati di Indonesia: Persebaran, Karakter, Contoh

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan flora dan fauna yang berlimpah. Hal ini dikarenakan letak astronomis dan geografis dari negara Indonesia.

Dari sekian banyaknya jenis makhluk hidup yang ada di Indonesia (keanekaragaman hayati di Indonesia), ada juga yang merupakan fauna dan flora endemik atau yang hanya dapat ditemukan di Indonesia.

Indonesia memiliki tanah yang subur, perairan yang luas, dan daratan yang juga besar dan terbagi ke dalam beberapa wilayah.

Beberapa jenis fauna dan flora yang ada di Indonesia hanya dapat dijumpai di daerah tertentu yang merupakan habitat asli dari flora dan fauna tersebut.

Keanekaragaman Hayati di Indonesia Berdasarkan Karakteristik Wilayahnya

keanekaragaman hayati di indonesia bagian barat
Source: tripsavvy.com

Indonesia merupakan negara yang menurut astronomis terletak pada 6o LU – 11o LS dan antara 95o BT – 141o BT. Indonesia adalah negara dengan iklim tropis, hal ini juga dikarenakan Indonesia berada di antara 23½o LU dan 23½o LS.

Karakteristik dari daerah dengan iklim tropis adalah yaitu temperatur udara yang cukup tinggi 26 oC – 28 oC, curah hujan di Indonesia juga cukup tinggi sekitar 700 – 7000 mm/tahun, dan tanah di Indonesia merupakan tanah yang subur yang disebabkan oleh pelapukan bebatuan yang prosesnya cukup cepat.

Indonesia juga memiliki kekayaan fauna yang jumlah keragamannya tinggi apabila dibandingkan dengan negara lain. Peringkat pertama ditempati oleh hewan mamalia yang banyaknya 515 jenis, 125 jenis dari 515 merupakan hewan endemik, artinya hewan tersebut tidak ditemukan di daerah lain selain di daerah di Indonesia.

Kupu-kupu dengan mencapai 151 jenis menempati peringkat kedua jenis hewan terbanyak. Peringkat ketiga merupakan reptil lebih dari 600 jenis, kemudian ada burung dan amfibi.

Keanekaragaman Hayati di Indonesia Berdasarkan Penyebarannya (Biogeografi)

keanekaragaman hayati di indonesia sangat tinggi karena
Source: worldatlas.com

Biogeografi merupakan suatu ilmu yang mempelajari mengenai penyebaran makhluk hidup spesifik di lingkungan yang spesifik di bumi. Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan pada fauna dan flora dan keberadaannya tersebar di berbagai pulau yang ada di Indonesia.

Persebaran fauna dan flora yang ada di Indonesia bisa ditentukan oleh keadaan iklim, seperti radiasi cahaya, suhu, dan curah hujan, dan geografis, misalnya garis lintang dan ketinggian. Berdasarkan flora dan fauna yang ada, biogeografi dibagi menjadi dua, yaitu persebaran fauna atau hewan dan persebaran flora atau tumbuhan.

1. Persebaran Hewan

Penyebaran hewan atau zoogeografi menurut Alfred R. Wallace bisa dikelompokkan menjadi 6 daerah, daerah tersebut yaitu:

  • Paleartik adalah daerah yang meliputi Eropa dan Asia Utara. Hewan khas daerah ini yaitu rusa kutub, bison, dan beruang eropa.
  • Ethiopia adalah daerah yang meliputi Arab, Madagaskar, dan Afrika. Hewan khas dari daerah ini yaitu jerapah, gajah, zebra, dan gorila.
  • Oriental adalah daerah yang meliputi Indonesia bagian barat dan Asia Selatan. Hewan khas yang ada di daerah ini yaitu gajah, harimau, kerbau, dan tapir.
  • Australia adalah daerah yang meliputi Indonesia bagian timur, New Zealand, dan Australia. Hewan khas yang ada di daerah ini yaitu hewan berkantung, misalnya kanguru.
  • Neortik adalah daerah yang meliputi Amerika Utara. Hewan khas yang ada di daerah ini yaitu hewan pengerat besar, seperti berang-berang.
  • Neotropik adalah daerah yang meliputi Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Hewan khas yang tinggal di daerah ini yaitu tapir dan kera.

Baca Juga: Keanekaragaman Gen : Pengertian, Faktor, dan Contohnya Lengkap

Indonesia terletak ke adalah 2 daerah pembagian zoogeografi, daerah yaitu Australia dan oriental. Indonesia bagian barat termasuk ke dalam zoogeografi oriental, sementara Indonesia bagian timur masuk ke dalam zoografi Australia.

Berdasarkan sejarah, Indonesia bagian barat menjadi satu bersama benua Asia, sementara Indonesia bagian timur menjadi satu bersama benua Australia.

Oleh karena itu, jenis hewan dan tumbuhan yang bisa ditemukan di Indonesia bagian barat mirip dengan tumbuhan dan hewan yang ada di Asia Tenggara atau wilayah oriental. Jenis tumbuhan dan hewan yang dapat ditemukan d Indonesia timur akan mirip dengan tumbuhan dan hewan yang ada di daerah yang menjadi bagian Australia.

2. Persebaran Tumbuhan

Persebaran tumbuhan yang ada dapat ditentukan oleh beberapa faktor, seperti faktor curah hujan, geografis (seperti garis lintang dan ketinggian), dan geologis. Tumbuhan yang ada di daerah tertentu dan keberadaannya menutupi daerah tersebut dinamakan sebagai vegetasi.

Semakin tinggi daerah dari permukaan air laut dan letaknya makin jauh dari garis lintang, suhu akan semakin menurun di darah tersebut. Setiap kenaikan garis lintang 1o dan kenaikan ketinggian sebesar 100 m dari permukaan air laut, maka suhu di daerah tersebut akan mengalami penurunan sebesar 5 oC.

Macam-macam dari vegetasi yang ada di dunia dan ciri-ciri, yaitu sebagai berikut:

  • Hutan hujan tropis memiliki ciri dan karakteristik vegetasi tumbuhan hijau di sepanjang tahunnya, pepohonan tinggi, memiliki jenis tumbuhan yang sangat banyak, terdapat tumbuhan epifit, dan tumbuhan liana. Hutan hujan tropis ini terdapat di daerah Indonesia, Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.
  • Hutan bakau memiliki karakteristik yaitu vegetasinya mempunyai akar napas dikarenakan air dan tanahnya kurang oksigen, seperti kayu api (Avicinea), pohon bakau (Rhizipora), dan jenis tumbuhan kering atau xerofit. Hutan bakau ini terdapat di daerah sub tropis dan tropis di zona pasang surut pada tempat landai.
  • Hutan lumut yaitu memiliki karakteristik vegetasi tumbuhan lumut-lumutan dan biasanya terdapat di pegunungan.
  • Gurun memiliki ciri dan karakteristik vegetasi dengan jumlah pepohonan yang sangat sedikit dan tumbuhan yang tumbuh merupakan jenis xerofit atau tumbuhan yang tahan kering. Gurun biasanya terdapat di gurun sahara Afrika, gurun Kalahari Afrika, dan gurun Gobi RRC.
  • Sabana memiliki karakteristik vegetasi berupa pepohonan dan padang rumput. Sabana terdapat di Indonesia, Australia, dan Asia.
  • Taiga memiliki karakteristik vegetasi berupa hutan hujan jarum atau nama lainnya adalah konifer. Taiga ini terdapat di Kanada, Alaska, Siberia, dan Skandinavia.
  • Tundra memiliki ciri dan karakteristik vegetasi berupa lumut kerak (Lichenes) dan rumput. Tundra terdapat di Rusia, Kanada, Siberia, dan Skandinavia.
  • Padang rumput memiliki karakteristik dan ciri vegetasi tanpa pepohonan, tumbuhan yang ada berupa rumput atau Griminae. Padang rumput terdapat di Amerika Utara, Hungaria, Rusia Selatan, dan Argentina.
  • Hutan meranggas atau 4 musim memiliki ciri dan karakteristik yaitu vegetasi berupa hutan hijau saat musim panas dan saat musim dingin daun pohon tersebut akan gugur. Hutan meranggas terdapat di daerah yang memiliki iklim sedang, seperti sebagian daerah di Asia, Amerika, dan Eropa.

Di Indonesia sendiri semua suku tumbuhan seperti sudah terwakilkan. Namun, dikarenakan pengetahuan yang ada mengenai tumbuhan masih belum terlalu luas, sehingga masih ada banyak jenis tumbuhan yang baru yang belum teridentifikasi.

Penyebaran tumbuhan yang ada di Indonesia ini heterogen. Daerah yang memiliki kekayaan tumbuhan paling banyak yaitu di daerah hutan hujan yang berada di dataran rendah Kalimantan. Di sana ada sekitar 10.000 jenis untuk tumbuhan berbiji, dan diantaranya terdapat 34% yang merupakan jenis tumbuhan endemik Indonesia.

Keanekaragaman Hayati Indonesia Berdasarkan Ekosistemnya

keanekaragaman hayati di indonesia pdf
Source: adelaide.edu.au

Ekosistem yang ada di Indonesia meliputi lingkungannya ada yang berupa perairan dan daratan. Ekosistem perairan membentuk ekosistem lain yaitu ekosistem air tawar dan air laut.

Baca Juga: Keanekaragaman Ekosistem : Pengertian, Faktor, dan Contoh Lengkap!

1. Air Tawar

Ekosistem air tawar memiliki karakteristik kadar garam atau salinitas yang rendah, suhu rendah, dan paparan atau penetrasi cahaya matahari yang kurang, dipengaruhi oleh cuaca serta iklim, dan terdapat aliran air atau ekosistem sungai. Menurut intensitas cahaya yang diterima, ekosistem air tawar bisa dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

  • Litoral merupakan daerah yang intensitas cahaya dari mataharinya bisa mencapai dasar.
  • Limnetik merupakan daerah terbuka dengan intensitas matahari bisa mencapai daerah dasar.
  • Profundal merupakan daerah dasar yang cukup dalam, sehingga tidak ada cahaya matahari yang bisa mencapainya.

Makhluk hidup yang hidupnya di ekosistem air tawar memiliki ciri tertentu, misalnya tumbuhan dengan sel satu yang memiliki dinding sel kuat, tumbuhan tingkat tinggi memiliki akar berupa sulur yang digunakan untuk melekat pada dasar perairan tawar, contoh makhluk hidup yang ada yaitu kangkung, teratai, ganggang biru, dan ganggang hijau.

Sementara itu, ciri dan karateristik hewannya adalah dapat menyerap garam melalui insang, air masuk ke dalam tubuh dengan osmosis, dan mengeluarkan air yang berlebih dari tubuh.

2. Laut

Terdapatnya hempasan dari gelombang air laut sehingga pada daerah yang mengalami pasang surut di mana adalah perbatasan antara laut dan darat akan terbentuk suatu gundukan pasir, dan apabila menuju ke daratan akan terbentuk hutan pantai, yang bisa dikelompokkan menjadi beberapa bagian wilayah, yaitu:

  • Formasi pescaprae, pada wilayah ini tumbuhan yang mendominasi adalah Ipomea pescaprae, Spinifex litorus, Vigna, dan Pandanus tectorius.
  • Formasi baringtonia, tumbuhan khas yang termasuk di wilayah ini adalah Terminalia catapa, Erythrina sp, dan Hibiscus tilliaceus.
  • Hutan bakau, tumbuhan khas di wilayah ini adalah Acanthus dan Bakau (Rhizopora).

Lingkungan ekosistem air laut ini memiliki ciri, yaitu salinitas yang tinggi terutama di bagian daerah tropis, sementara di daerah yang dingin salinitas rendah, ekosistem air laut ini tidak dipengaruhi cuaca dan iklim, dan arus laut yang berputar terjadi karena perbedaan perputaran dan temperatur bumi.

Di Indonesia yang merupakan negara tropis, air di permukaan laut memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan dengan suhu air yang berada di bagian bawah, hal ini mengakibatkan air di permukaan tidak bisa tercampur dengan air yang ada di lapisan bawah. Batas lapisan tersebut dinamakan sebagai batas termoklin.

3. Darat

Ekosistem darat adalah ekosistem yang keberadaannya paling dekat dengan kita sebagai manusia. Hal ini dikarenakan manusia merupakan makhluk hidup yang tinggalnya di daratan. Ekosistem darat memiliki wilayah yang paling luas dan dikenal dengan nama bioma.

Ekosistem darat ini dipengaruhi oleh iklim. Iklim juga dipengaruhi oleh letak astronomis yang merupakan bagian dari garis lintang dan garis bujur serta letak geografis yang meliputi ketinggian dari permukaan air laut.

Ekosistem darat memiliki ciri-ciri dan karakteristik, yaitu ekosistemnya memiliki lingkungan fisik yang berupa daratan, tipe struktur dari vegetasi yang dominan ada dengan skala yang besar dan luas, serta jenis hewan dan tumbuhan beradaptasi di masing-masing ekosistem darat tempat tumbuh dan berkembangnya.

Ternyata, Indonesia menyimpan banyak harta kekayaan alam di dalamnya. Keberadaan dari keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia tentu saja harus selalu dilestarikan agar keberadaannya selalu ada dan tidak punah.

Dengan belajar biologi keanekaragaman hayati, Kamu akan semakin mengerti dengan kekayaan yang negara Indonesia miliki.

Bagaimana? Pastinya sudah mengerti kan? Kalau ada yang bingung, bisa diskusi di kolom komentar 🙂

Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup: Pengertian, Tujuan, Tahapan, Sistem Binomial

Salam milenial!

Sumber:

Anshori, Moch dan Djoko Martono. 2009. Biologi. Departemen Pendidikan Nasional

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*