7 Ceramah Tentang Puasa yang Menenangkan Hati

Spread the love

Ramadan merupakan bulan istimewa yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di dunia.

Keistimewaan bulan penuh berkah ini adalah sebaik-baiknya bulan dibandingkan dengan bulan lainnya.

Hal-hal yang selalu dinanti saat Ramadan tiba tidak hanya suasana dan ibadahnya, selain itu mendengarkan ceramah juga sangat dinanti, apalagi ceramah tentang puasa.

Ceramah tentang salah satu ibadah wajib di bulan Ramadan ini selalu istimewa, karena dengan ceramah ini kita dapat mengetahui segala macam hal tentang puasa.

Tidak hanya itu, dengan mendengarkan ceramah puasa juga dapat memberikan semangat kepada umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa.

Berikut ini terdapat beberapa ceramah tentang ibadah puasa yang bisa kamu jadikan referensi.

Ceramah Tentang Puasa : Syarat-Syarat Wajib Puasa

Ceramah-Tentang-Syarat-Syarat-Wajib-Puasa

“Hadirin yang berbahagia, dalam menjalankan ibadah puasa ini kita juga harus memenuhi syarat-syarat wajib puasa.

Tentunya, syarat-syarat wajib puasa wajib di bulan Ramadan tidak akan sama dengan puasa sunah, akan tetapi tidak sepenuhnya berbeda.

Sudah tahu syarat wajib puasa? Bagi Anda yang belum tahu mari dengarkan dengan seksama, yang sudah tahu dengarkan juga agar lebih masuk ilmunya.

Syarat wajib puasa yang pertama adalah Islam. Ini adalah syarat paling utama dalam menjalankan ibadah puasa wajib di bulan Ramadan.

Jadi, orang yang menjalankan ibadah puasa wajib alias puasa Ramadan dalam Islam harus beragama Islam.

Tidak hanya beragama Islam saja tetapi juga harus balig, karena ini juga merupakan syarat wajib puasa.

Balig adalah suatu tanda atau batasan seseorang sudah memasuki usia dewasa dan mampu membedakan hal yang benar dan salah.

Nah dalam hal ini, perempuan dan laki-laki memiliki tanda balig yang berbeda.

Laki-laki ditandai dengan keluarnya air mani, sedangkan perempuan ketika sudah haid.

Akan tetapi, jika kedua syarat tersebut belum juga muncul, maka batas usia anak dapat dinyatakan memasuki balig adalah ketika sudah berusia 15 tahun.

Islam sudah, balig sudah, selanjutnya adalah berakal sehat.

Jadi, orang yang wajib menjalankan ibadah puasa wajib adalah orang-orang yang berakal sehat atau tidak mengalami gangguan kejiwaan.

Selain itu, orang yang sehat dan mengetahui bulan Ramadan juga wajib menjalankan ibadah puasa ini.

Jadi, syarat wajib menjalankan ibadah puasa adalah beragama Islam, balig, berakal sehat atau tidak mengalami gangguan kejiwaan, sehat dan orang yang mengetahui bulan Ramadan.”

Ceramah Tentang Hikmah Ibadah Puasa

Ceramah-Tentang-Hikmah-Ibadah-Puasa

“Marilah bersama-sama kita mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah swt. atas kesempatan dan nikmat-Nya, sehingga kita dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan ini.

Sebab di bulan yang penuh keberkahan ini, kita diberikan kesempatan emas untuk menggugurkan dosa-dosa kita yang entah itu disengaja maupun tidak disengaja.

Pada bulan Ramadan ini kita juga diberi kesempatan untuk belajar melatih kesabaran untuk menahan diri dari segala sesuatu dengan melaksanakan ibadah puasa.

Tahukah kamu bahwa ibadah puasa memiliki hikmah yang mungkin tidak pernah kamu sadari?

Lalu, hikmah apa saja yang akan kita dapatkan dengan menjalankan ibadah puasa secara ikhlas di bulan Ramadan?

Hikmah yang akan kita peroleh dengan menjalankan ibadah ini adalah kesehatan.

Mengapa bisa begitu? Padahal saat berpuasa kita tidak makan dan minum apapun selama seharian.

Rasulullah saw. mengatakan bahwa kita memiliki bejana paling buruk yaitu perut.

Selama kurang lebih 11 bulan kita semua berlomba-lomba untuk memenuhinya, bahkan berniat untuk memuaskannya.

Padahal, dari makanan yang kita makan selama 11 bulan tersebut banyak penyakit-penyakit yang tidak kita ketahui, bahkan terdapat pula racun dan hal lain yang merugikan kita.

Maka dari itu, Allah swt. ingin membersihkan badan kita dengan mewajibkan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.

Dengan menjalankan ibadah puasa, toksin-toksin dan racun yang ada dalam tubuh kita akan keluar, sehingga insya Allah akan membuat kita sehat.

Bahkan, negara yang mayoritas penduduknya nonmuslim seperti Jepang pun membuat rumah puasa untuk melakukan pengobatan dan mengeluarkan racun-racun dalam tubuh.

Di dalam rumah puasa ini mereka akan berpuasa seperti yang dilakukan oleh umat muslim.

Saudara saudariku umat muslim sekalian, tidak hanya dapat menyehatkan dengan berpuasa, kita juga akan mendapatkan manfaat yang banyak.

Maka dari itu, marilah kita berlomba-lomba untuk menjalankan ibadah puasa di bulan yang penuh dengan berkah ini.”

Ceramah Tentang Syarat Sah Puasa

Ceramah-Tentang-Syarat-Sah-Puasa

“Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan salah satu hal paling istimewa dan selalu dinanti-nanti.

Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib untuk dilaksanakan.

Sama seperti ibadah lainnya, berpuasa juga memiliki syarat sah yang harus dipenuhi.

Mengapa harus memenuhi syarat-syarat sah puasa?

Karena dengan memenuhinya, puasa akan dinilai sah dan dapat pahala.

Nah Ibu, Bapak, sekalian kita harus memenuhi syarat-syarat sah puasa agar ibadah puasa kita dinilai sah dan mendapatkan pahala dari Allah swt.

Apa saja syarat-syarat sah puasa?

Jawabannya akan kita bahas malam ini, agar esok ketika berpuasa kita semua dapat berhati-hati dan menjalankan puasa dengan memenuhi persyaratan sahnya.

Puasa dinilai sah apabila dilakukan oleh orang yang beragama Islam atau muslim.

Maka, puasa tidak akan sah hukumnya apabila dilaksanakan oleh nonmuslim atau seseorang yang murtad.

Kemudian kita harus bisa menahan diri dari segala perkara yang dapat membatalkan puasa.

Salah satu hal yang membatalkan puasa adalah makan dan minum dengan sengaja di siang hari atau di waktu fajar sampai petang.

Jadi, ketika Bapak dan Ibu sekalian sengaja mengunyah kacang dan minum es degan, maka saat itu juga puasanya batal total

Ingat ya Pak, Bu, makan dan minum yang disengaja adalah salah satu perkara yang membatalkan puasa.

Hal lain yang membatalkan puasa adalah muntah, mengeluarkan air mani, dan bersetubuh dengan sengaja.

Kalau Bapak, Ibu, melakukan perkara tersebut dengan sengaja, maka harus menggantinya dengan berpuasa di kemudian hari yang sama dengan membayar utang puasa.

Syarat sah puasa selanjutnya adalah suci dari haid dan nifas.

Sehingga, semua wanita yang sedang dalam masa haid atau nifas melakukan puasa, maka puasa tersebut dinilai tidak sah.

Mumayyiz alias dapat membedakan perkara baik dan buruk juga menjadi salah satu syarat sah puasa.

Sedangkan, orang yang diperkirakan telah memiliki sifat ini adalah orang yang berusia lebih dari 5 tahun.

Jadi, Bapak, Ibu, saudara sekalian yang sudah berusia 5 tahun sudah memenuhi syarat sah puasa, sehingga wajib untuk diajarkan puasa.

Selain itu, beberapa ulama berpendapat bahwa niat menjalankan puasa juga merupakan salah satu syarat sah puasa.

Maka dari itu, Bapak, Ibu, harus memantapkan niat terlebih dahulu sebelum menjalankan puasa Ramadan.”

Ceramah Tentang Rukun Puasa

Ceramah-tentang-Rukun-Puasa

“Bulan Ramadan yang kita nanti, kini sudah di depan mata, alangkah baiknya kita mempersiapkan diri untuk menyambutnya.

Kalau bicara tentang bulan Ramadan, hal yang terlintas dalam otak kita pastilah ibadah puasanya.

Pasti sudah terbayang-bayang bagaimana kita menahan lapar dan hawa nafsu seharian penuh, ketika azan magrib berkumandang es degan sudah di depan mata, betul tidak?

Tidak hanya yang mendengarkan ceramah yang membayangkan, tapi yang ceramah juga membayangkan nikmatnya ibadah puasa.

Ibadah istimewa yang hanya ada setahun sekali ini sama seperti ibadah lainnya, yakni memiliki rukun yang harus dijalankan.

Apa saudara sekalian sudah tahu rukun puasa?

Nah, kali ini kita akan belajar mendalami rukun puasa, agar kita siap menjalankan ibadah puasa Ramadan nanti.

Rukun puasa Ramadan tidaklah sebanyak rukun ibadah salat, akan tetapi kita juga harus bersungguh-sungguh untuk melaksanakannya.

Jangan mentang-mentang cuma sedikit, kita jadi tidak bersungguh-sungguh.

Rukun puasa yang utama terdiri dari dua hal yaitu, niat dan menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat membatalkannya.

Jadi ketika kita menjalankan ibadah puasa, harus dan wajib hukumnya untuk berniat dan juga menahan diri dari perkara yang dapat membatalkannya.

Ingat ya, keduanya harus dilaksanakan, jangan sampai sudah niat tapi tidak menahan diri dari perkara yang membuatnya batal.

Kalau begitu bukan puasa namanya, tapi membaca niatnya saja.

Lalu, hal-hal apa saja yang dapat membuat puasa batal?

Ini yang perlu diingat, perkara yang dapat membatalkan puasa adalah makan dan minum dengan sengaja.

Mau makan tempe, ayam goreng, atau lontong kalau disengaja, apapun alasannya ya akan membatalkan puasa.

Muntah yang disengaja juga perkara yang membatalkan puasa.

Perkara apa lagi yang membatalkan puasa?

Haid dan nifas.

Jadi ketika wanita berpuasa, lalu ditengah-tengah menjalankan ibadah puasa keluar darah haid, maka puasanya akan batal dan wajib untuk menjalankan puasa di kemudian hari.

Nah, perkara lainnya yang membatalkan adalah bersetubuh.

Bagi pasangan suami istri harus ingat ini lho, jadi pas puasa perkara ini ditunda terlebih dahulu ya.”

Ceramah Fasilitas Akhirat Bagi Orang yang Menjalankan Ibadah Puasa

Ceramah-Tentang-Hikmah-Ibadah-Puasa

“Jamaah rahimakumullah sekalian, sudah setengah jalan kita melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini.

Allah swt. telah berjanji, jika kita menjalankan ibadah puasa dengan ikhlas hanya karena Allah ta’ala, maka Allah akan memberikan fasilitas VVIP kepada kita di akhirat nanti.

Ustad, apa saja fasilitas yang dijanjikan oleh Allah?

Begitulah pertanyaan yang ada dipikiran kalian semua, benar bukan?

Dengarkan baik-baik, biar nanti kita berlomba-lomba untuk menjalankan ibadah puasa, sehingga nanti dapat menikmati fasilitas VVIP dari Allah swt. bersama-sama, amin.

Allah menjanjikan ampunan atas segala dosa-dosa yang telah kita perbuat, entah itu dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Maha baik Allah, memberikan kita ampunan atas segala dosa-dosa kita selama hidup dengan menjalankan ibadah puasa.

Lalu, Allah berjanji akan menghadiahkan bau mulut yang wangi bagi hamba-Nya yang menjalankan puasa.

Hal selanjutnya yang akan kita dapatkan dengan menjalankan ibadah puasa adalah mendapatkan Syafaat.

Di akhirat nanti, kita akan dibela dan diperjuangkan oleh puasa, sehingga kita akan dihindarkan dari fitnah dan siksa di hari perhitungan.

Allah juga menjanjikan fasilitas kunci pintu surga khusus “Ar-royyan” bagi hamba-Nya yang berpuasa hanya karena-Nya.

Subhanallah, siapa yang tidak gembira mendapatkan fasilitas yang luar biasa ini?

Semua umat Islam pasti akan mendambakannya.

Bahkan, Allah juga menjanjikan kegembiraan bertemu dengan-Nya untuk kita yang berpuasa.

Nikmat mana lagi yang kau dustakan?

Jamaah sekalian, marilah kita menjalankan ibadah puasa Ramadan ini dengan sungguh-sungguh dan dengan keikhlasan hati.”

Ceramah tentang Cara Mengajari Anak-anak Menjalankan Puasa

Ceramah-tentang-Cara-Mengajari-Anak-anak-Menjalankan-Puasa

“Setiap orang tua yang beragama Islam, pasti sangat menginginkan anak-anaknya dapat mengenal dan menjalankan ibadah puasa.

Meskipun anak-anak tidak diwajibkan untuk berpuasa, karena belum memenuhi syarat wajib puasa.

Lalu, bolehkah kita melatih anak-anak untuk menjalankan puasa?

Jawabannya adalah boleh.

Jadi, tidak ada larangan untuk kita melatih dan mengajari anak berpuasa.

Rasulullah saw. pun melatih anak-anak beliau yang masih belia tanpa memandang umur untuk menjalankan ibadah.

Tidak hanya tentang ibadah saja, beliau juga mengajarkan anak-anaknya tentang akhlak dan etika.

Maka dari itu, penting bagi kita semua untuk melatih, mengajarkan dan mengenalkan anak-anak tentang ibadah, termasuk ibadah puasa sedini mungkin.

Lalu, bagaimana cara mengenal dan melatih anak-anak untuk berpuasa?

Bapak, Ibu, sekalian bisa mengikuti lima cara yang akan kita bahas malam ini.

Cara pertama adalah memberikan pemahaman ringan tentang ibadah puasa.

Untuk melakukan cara ini, Bapak, Ibu bisa menggunakan lagu-lagu seperti lagu Bimbo tentang puasa.

Kemudian, cara kedua adalah memberikan motivasi kepada anak.

Dalam hal ini jangan pernah sekali-sekali untuk memaksakan anak-anak ya Bapak, Ibu.

Dengan memberikan motivasi berupa pujian maupun hadiah dapat meningkatkan semangat anak untuk berlatih menjalankan puasa.

Contohnya, jika anak berhasil menjalankan puasa Bapak, Ibu, bisa memberikannya hadiah berupa pensil atau buku baru.

Cara ketiga adalah persiapan puasa yang matang.

Persiapan yang dimaksud adalah menyiapkan kebutuhan makanan yang bergizi dan mengandung nutrisi.

Anak-anak kita masih dalam masa perkembangan, sehingga jangan sampai pada saat berlatih puasa, mereka kekurangan asupan nutrisi.

Maka dari itu, Bapak, Ibu, harus menyiapkan asupan nutrisi bagi mereka.

Jangan lupa untuk menciptakan kegiatan yang menyenangkan untuk mengisi hari-hari mereka, agar anak-anak merasa waktu tidak berjalan lambat.

Bapak, Ibu bisa mengisinya dengan permainan-permainan teka-teki atau permainan lain yang menyenangkan.

Cara terakhir yang harus Bapak, Ibu, sekalian terapkan adalah melakukan pelatihan dengan bertahap.

Jadi, Bapak, Ibu, jangan memaksakan anak untuk langsung berpuasa satu hari penuh, karena anak-anak akan kaget dan tubuh mereka juga tidak siap untuk menerima pelatihan yang ekstrem ini.

Bapak, Ibu, bisa menggunakan cara ini untuk melatih anak-anak menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan menyenangkan.”

Ceramah tentang Amalan-amalan di Bulan Ramadan

Ceramah-tentang-Rukun-Puasa

“Kaum muslimin yang berbahagia, bulan Ramadan adalah salah satu waktu yang tepat untuk kita  berlomba-lomba menjalankan ibadah.

Karena pahala yang kita dapatkan nantinya adalah pahala double.

Di bulan penuh kebaikan ini, marilah kita berlomba-lomba untuk menjalankan amalan-amalan baik.

Bahkan, Rasulullah saw. juga melaksanakan amalan-amalan baik di bulan penuh keberkahan ini.

Lantas, amalan baik apa saja yang dilaksananakan oleh Rasulullah saw. di bulan Ramadan?

Marilah kita mengkajinya satu persatu, agar semangat kita dalam menjalankan ibadah di bulan ini terpacu.

Amalan pertama yang dilakukan oleh Rasulullah adalah salat tarawih.

Salat tarawih merupakan ibadah sunah, yang apabila dikerjakan maka Allah berjanji akan memberikan ampunan atas segala dosa kita.

Kemudian, amalan lain yang dilakukan oleh Rasulullah saw. adalah tilawah dan tadarus Al-Quran.

Dalam sebuah hadis HR. Bukhori, malaikat Jibril pernah menemui Rasulullah saw. di bulan Ramadan setiap malamnya, dan ketika itu Rasulullah saw sedang bertadarus Al-Quran.

Kedua, amalan tersebut merupakan amalan unggulan di bulan Ramadan yang apabila kita lakukan, maka manfaat yang akan kita peroleh sangatlah besar.

Maka dari itu, marilah kita sama-sama membulatkan tekad untuk menjalankan amalan-amalan di bulan Ramadan.

Tidak hanya itu, marilah kita saling menguatkan dan saling mengingatkan untuk selalu melakukan kebaikan di bulan Ramadan ini.”

Ceramah tentang puasa di atas dapat kamu jadikan referensi apabila akan melakukan ceramah.

Jangan lupa untuk meninggalkan komentar di kolom yang ada di bawah ini.

Kamu juga bisa memberikan kritik dan saran di bawah ini.

 

Tinggalkan komentar